Waketum PSI Bro Ron Dilaporkan Balik Usai Jadi Korban Pemukulan
Bro Ron Dilaporkan Balik Usai Jadi Korban Pemukulan

Jakarta - Insiden pemukulan yang menimpa Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald A Sinaga atau yang akrab disapa Bro Ron memasuki babak baru. Kini, terduga pelaku pemukulan justru melaporkan balik Bro Ron ke pihak kepolisian.

Dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (6/5/2026), peristiwa pemukulan terhadap Bro Ron terjadi di wilayah Menteng, Jakarta Pusat, saat ia mendampingi sejumlah karyawan perusahaan dalam mediasi terkait pembayaran gaji. Kejadian ini viral setelah diunggah oleh akun Instagram milik politikus Partai NasDem, Sahroni.

Kronologi Pemukulan

Peristiwa pemukulan terjadi pada Senin (4/5) pukul 16.22 WIB. Awalnya, Ronald datang bersama 15 karyawan PT SKS untuk melakukan audiensi ke kantor hukum MPP terkait gaji yang belum dibayarkan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri menjelaskan bahwa karena audiensi tidak dapat bertemu dengan pihak MPP, Polsek Metro Menteng berinisiatif mengadakan mediasi di kantor polsek. Audiensi awalnya berjalan aman dan kondusif dengan pendampingan petugas. Namun, sekelompok orang tak dikenal muncul dan melakukan intimidasi serta menghalangi proses audiensi tanpa alasan jelas.

"Akibat perbuatan dari sekelompok orang tersebut, situasi menjadi panas dan timbul percekcokan sampai akhirnya korban menerima pukulan dari sekelompok orang tersebut," terang Erlyn. Petugas kemudian melerai kedua belah pihak dan mengamankan mereka ke Polsek Metro Menteng untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pelaku Laporkan Balik

Terduga pelaku pemukulan, Muhammad Rizal Berhet, melaporkan balik Ronald ke Polsek Metro Menteng dengan nomor LP/B/34/V/2026/SPKT tertanggal 4 Mei 2026. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra membenarkan adanya laporan balik tersebut.

"Benar terduga pelaku pemukulan melaporkan balik. Pelaporan balik di Polsek Menteng adalah penganiayaan," kata Roby saat dihubungi.

Rizal melaporkan Ronald atas dugaan Pasal 466 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan. Ia juga menuding Ronald melontarkan makian bernada rasis. "Betul, saya melaporkan balik yang bersangkutan. Laporan terkait dengan pemukulan dan pengeroyokan disertai dengan makian yang tidak pantas," ujarnya.

Rizal mengklaim bahwa Ronald memukulnya terlebih dahulu dengan menonjok perut bagian ulu hati. Selain itu, Ronald diduga mengucapkan kalimat rasis seperti "Kamu anjing siapa, kamu budak siapa, kamu babu, boneka dasar monyet amburadul."

Bantahan Bro Ron

Melalui akun Instagram pribadinya, Ronald membantah tuduhan rasis tersebut. Dalam unggahan video, ia terlihat duduk di ranjang rumah sakit didampingi beberapa orang, termasuk karyawan PT SKS dan karyawan pribadinya yang berasal dari Ambon.

"Jadi saya membela yang terzalimi, saya punya karyawan, terus saya dibilang rasis dari mana?" kata Ronald.

Ronald menjelaskan bahwa ia ikut datang ke audiensi karena pihak MPP yang ingin ditemui karyawan PT SKS merupakan teman lamanya. Namun, ia justru menjadi korban pemukulan oleh orang yang mengaku sebagai keamanan kantor MPP. "Mereka bilang mereka di situ sebagai pengamanan kantor dan meminta untuk semua keluar dari gedung. Kalau mau aksi, di luar gedung saja. Cekcok sekitar 10 detik setelah mereka muncul dari tangga, terjadilah pemukulan seperti di video," tutur Ronald.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga