Kang Bakso Tasikmalaya dan Pembeli Saling Lapor ke Polisi Usai Insiden Penculikan dan Dugaan Pelecehan
Seorang tukang bakso di Tasikmalaya, Jawa Barat, melaporkan balik pembelinya ke pihak kepolisian. Langkah ini diambil sebagai respons atas laporan sebelumnya dari konsumen yang menuduhnya melakukan pelecehan seksual. Kasus ini menjadi sorotan setelah insiden penganiayaan dan penculikan yang melibatkan kedua belah pihak.
Dua Laporan yang Saling Berbalasan
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, mengonfirmasi bahwa kedua pihak telah membuat laporan polisi. "Jadi dua-duanya sudah membuat laporan polisi, saling lapor. Yang merasa dicabuli sudah laporan, yang merasa dianiaya sudah laporan, ini tinggal bukti yang kuat yang mana. Kita terima laporan keduanya," ujarnya seperti dilansir dari sumber berita pada Rabu, 22 April 2026.
Polisi menegaskan akan menangani kasus ini secara profesional dan berimbang, dengan fokus pada pengumpulan bukti-bukti yang relevan. Proses penyelidikan masih terus berlangsung, termasuk pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.
Kronologi Insiden yang Memicu Kekerasan
Peristiwa ini bermula pada Minggu, 19 April 2026, di Jalan Cieunteung, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Tasikmalaya. Tukang bakso berinisial S (48 tahun) bersama keponakannya, F (20 tahun), diserang oleh sekelompok pria. S mengalami pemukulan sebelum akhirnya dibawa paksa oleh para pelaku.
Aparat kepolisian berhasil menemukan kedua korban dalam kondisi selamat menjelang tengah malam hari itu. Berdasarkan penyelidikan sementara, aksi kekerasan tersebut diduga dipicu oleh tuduhan pelecehan seksual yang kini juga tengah didalami oleh penyidik.
Penyelidikan Polisi dan Temuan Awal
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara di dua lokasi berbeda. Dugaan pelecehan seksual disebut terjadi di kios bakso milik S, sementara dugaan penganiayaan serta penculikan berlangsung di area kios tersebut dan berlanjut hingga ke rumah pembeli berinisial E (23 tahun) di wilayah Kecamatan Cipedes.
Dalam perkembangan awal penyelidikan, polisi menyatakan belum menemukan bukti kuat terkait dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan oleh E. Tuduhan tersebut muncul dari klaim bahwa S menyentuh bagian sensitif tubuh E melalui lubang pada papan sekat di kios bakso.
"Yang pasti kita tangani secara profesional. Kami lakukan dulu pendalaman, dan ini lagi periksa saksi-saksi," kata Herman Saputra. Polisi berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini dengan transparan dan adil, mengedepankan proses hukum yang berlaku.



