Jakarta - Video viral menarasikan dugaan penganiayaan terjadi di angkutan Jaklingko rute 47 relasi Lebak Bulus-Cipulir. Korban bernama Berliana (27) mengaku ditampar hingga ditendang oleh pelaku.
Pelaku Diamankan Polisi
Berliana telah melaporkan dugaan penganiayaan ini ke Polsek Pesanggrahan. Polisi juga telah mengamankan pelaku yakni perempuan berinisial NS (30).
"Terduga pelaku sendiri sudah kami amankan, terduga pelaku sendiri berinisial NS, usia 30 tahun," kata Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).
Pelaku Baru Keluar dari RSJ
Seala mengatakan NS belum genap 1 tahun keluar dari rumah sakit jiwa (RSJ). Ia mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu hasil uji klinis pemeriksaan kejiwaan terhadap NS.
"Untuk saat ini memang, belum genap kurang lebih 1 tahun, yang bersangkutan memang baru saja keluar dari RSJ, karena ada pengalami gangguan mental atau kejiwaan," ujarnya.
Kronologi Kejadian
Kembali ke Berliana, ia mengatakan NS duduk di barisan belakang supir di area pojok angkutan. Ia mengatakan NS awalnya bersikap seperti penumpang biasanya.
"Awalnya itu dia naik dari Bintaro, lalu masuk, duduk di barisan belakang supir, dia paling pojok, itu kan bentukannya mobilnya itu mobil Grand Max yang slide. Terus dia biasa seperti penumpang biasa, dia minta tolong untuk di-tap kartunya," kata Berliana.
Berliana mengatakan NS lalu membentak penumpang lainnya. Ia mengatakan bentakan itu membuat semua penumpang menengok ke arah NS.
"Terus duduk seperti biasa, terus tidak lama dia naik, tiba-tiba dia membentak ibu-ibu kayak 'mau di-tapin nggak kartunya' kalau ditanya apa, jawab apa. Kita semua nengok karena dia ngebentak kan, terus aku jelasin, karena mesin tap itu lagi error," ujarnya.
"Jadi kalau misalnya kita mau tap itu tuh, lampu hijaunya harus mati, nah ini lampu hijaunya gak mati-mati gitu, terus dia kayak apa jawab apa, terus ya udah kelar gitu," imbuhnya.
Korban Ditampar dan Ditendang
Berliana mengatakan ia tiba-tiba ditampar oleh NS. Ia mengaku tak mengetahui apa yang menyebabkan NS melakukan hal tersebut.
"Terus tidak lama itu, yang samping aku itu, samping kanan mau turun, karena mau turun karena selain lewat yang agak susah. Aku mau bantuin bukain, tapi aku lihat dulu bisa atau enggak, tahu-tahu dia udah turun gitu, udah turun, tiba-tiba di tampar aja sebelah kiri gitu. Terus saya kaget, kenapa ditampar gitu, terus dia balik lagi ngomong kayak, 'lu ditanya apa jawab apa', gitu kan," ujarnya.
Berliana lalu merekam peristiwa tersebut dengan ponselnya. Ia mengaku ditampar 4 hingga 5 kali oleh NS.
"Terus habis itu ditabok lagi gitu, diulang lagi tabok, ditaboknya 4-5 kali, saya agak lupa, karena kejadiannya terlalu cepet juga sih," ujarnya.
Berliana mengaku tak hanya ditampar tapi juga ditendang oleh NS. Ia langsung membuat laporan polisi usai kejadian tersebut.
"Kan video pertama ada di video kan, yang pertama itu 25 detik, keberhenti itu gara-gara ditabok sama dia kan, itu ditampar lagi tuh, ditampar, terus ditendang, singet saya ya. Terus habis itu saya record lagi, nah di record itu yang video kedua, yang 33 menit, itu dia mau nendang saya," ujarnya.
Sebagai informasi, peristiwa dugaan penganiayaan ini terjadi pada Kamis (21/5) di Jalan Raya Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Video pertengkaran antara korban dan pelaku viral di media sosial.



