Tragis! Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Dikeroyok Preman yang Minta Jatah
Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Preman di Purwakarta

Tragis! Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Dikeroyok Preman yang Minta Jatah

Polisi Purwakarta tengah menyelidiki kasus tragis yang menimpa seorang pemilik hajatan bernama Dadang. Korban diduga tewas setelah dianiaya oleh sekelompok preman yang meminta jatah di acara hajatannya. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta saat ini sedang memburu para pelaku yang terlibat dalam insiden memilukan ini.

Insiden Berawal dari Keributan di Hajatan

Menurut Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, kejadian ini bermula dari keributan yang terjadi di tengah acara hajatan. Keributan tersebut kemudian berujung pada aksi penganiayaan brutal yang menyebabkan korban meninggal dunia. "Diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri," ujar Enjang saat ditemui wartawan di Mapolsek Purwakarta, Sabtu (4/4/2026) malam.

Enjang menambahkan bahwa pihaknya sedang bekerja keras untuk mengungkap kasus ini. "Satreskrim Polres Purwakarta sedang mengumpulkan beberapa saksi untuk meminta keterangan untuk membuat terang suatu perkara yang sangat tragis ini ya, di tengah kebahagiaan hajatan sampai terjadi yang seperti ini," imbuhnya dengan nada prihatin.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pelaku Lebih dari Dua Orang dan Masih Diburu

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh polisi, pelaku dalam kasus ini diduga berjumlah lebih dari dua orang. Enjang menjelaskan, "Diduga lebih dari dua orang. Tapi ini tetap masih dalam perkembangannya. Mudah-mudahan tidak ada lama lagi para pelaku bisa kita amankan."

Ia juga meminta dukungan dari masyarakat dalam proses penyelidikan. "Mohon doanya kepada seluruh masyarakat. Kami dari Satreskrim Polres Purwakarta bergerak cepat. Mudah-mudahan bisa cepat dapat hasilnya sebelum 24," katanya dengan penuh harap.

Benda Bukti Belahan Bambu Ditemukan di TKP

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan benda bukti berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban. Enjang memaparkan, "Dari TKP kita menemukan sebuah belah bambu ya, bambu yang dipukulkan ke sekitar kepala korban. Dalam hal ini menyebabkan korban tidak sadarkan diri."

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong. "Pada saat di TKP tidak sadarkan diri mungkin pada saat dibawa ke rumah sakit, sudah diketahui bahwa beliau sudah meninggal dunia. Tapi nanti itu nanti dalam hasil autopsi bisa di pastikannya," pungkas Enjang menutup penjelasannya.

Kasus ini menjadi perhatian serius dari pihak kepolisian mengingat kejadiannya yang terjadi di tengah acara hajatan yang seharusnya penuh sukacita. Polisi masih terus mengembangkan penyelidikan untuk menangkap para pelaku dan menegakkan hukum.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga