2 PRT Loncat dari Kos Majikan di Jakpus, Polisi Selidiki Unsur Pidana
PRT Loncat di Jakpus, Polisi Selidiki Unsur Pidana

Jakarta - Dua pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R (15) dan D (30) nekat melompat dari kamar kos majikannya di Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polisi kini mengusut ada atau tidaknya unsur pidana di balik peristiwa yang menewaskan korban R.

Polisi Selidiki Dugaan Tindak Pidana

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana dalam kasus ini. Polres Metro Jakarta Pusat juga turut serta dalam penyelidikan tersebut. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, menambahkan bahwa polisi masih mendalami keterangan dari PRT yang selamat. Selain itu, agen penyalur kedua PRT juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Pemeriksaan Agen Penyalur

Reynold menjelaskan bahwa pemanggilan agen PRT bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan utuh, sehingga penanganan perkara dapat dilakukan secara profesional, cermat, dan berimbang. Langkah ini diambil agar penyidik dapat mengungkap fakta-fakta di balik insiden tragis tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kedua Korban Berasal dari Jawa Tengah

Salah seorang warga RT 005 RW 002, Nani (68), ikut membantu proses evakuasi setelah kejadian. Nani menyebut kedua korban berasal dari daerah yang berbeda di Jawa Tengah. Korban yang meninggal berasal dari Pekalongan, sedangkan korban yang selamat berasal dari Brebes.

Korban Baru Bekerja Beberapa Hari

Nani menjelaskan bahwa kedua korban merupakan pekerja baru di kos tersebut. Korban yang selamat mengaku baru bekerja selama satu minggu, sementara korban yang meninggal sudah bekerja selama tiga bulan. Hal ini diketahui Nani dari penjaga kos.

Korban Sempat Curhat HP Disita Majikan

Korban R sempat bercerita kepada warga bahwa handphone mereka disita oleh majikan. Sebelum menghembuskan napas terakhir, korban R mengakui bahwa ponsel mereka disita oleh bos perempuan atas suruhan bos laki-laki. Nani yang pernah menjabat sebagai Ketua RT di lingkungan itu mengaku mengenal pemilik kos. Menurutnya, pemilik kos baru pindah ke lokasi tersebut saat pandemi dan dikenal ramah namun sangat tertutup dari aktivitas warga.

Kondisi Korban Saat Ditemukan

Nani menceritakan kondisi nahas kedua korban saat pertama kali ditemukan warga di belokan jalan samping kosan. Korban asal Pekalongan ditemukan dalam posisi tengkurap, sedangkan korban asal Brebes dalam posisi miring. Keduanya mengalami luka parah. Meskipun demikian, kedua korban enggan menjawab saat ditanya tentang alasan mereka melompat. Mereka hanya diam sambil menahan sakit.

Korban Selamat Sempat Merintih Kesakitan

Nani menambahkan bahwa korban asal Brebes sempat merintih kesakitan dan memegang bagian belakang badan serta tangannya yang mengalami patah tulang. Tak lama kemudian, ambulans datang dan mengevakuasi keduanya ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr. Mintohardjo.

Polisi masih terus mendalami kasus ini dan akan memeriksa sejumlah saksi serta agen penyalur PRT untuk mengungkap motif di balik tindakan nekat kedua korban.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga