Survei terbaru Litbang Kompas yang digelar pada 9 hingga 18 April 2026 mengungkapkan bahwa 80,6% responden menilai kinerja Polri semakin baik. Survei ini melibatkan 1.200 responden melalui wawancara tatap muka di 38 provinsi dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat. Margin of error sebesar 2,83% dengan tingkat kepercayaan 95%.
Apresiasi terhadap Sanksi Tegas
Mayoritas publik mengapresiasi sanksi tegas yang dijatuhkan pimpinan kepolisian terhadap berbagai pelanggaran yang dilakukan anggota. Sebanyak 94,3% responden mengetahui adanya sanksi tegas terkait kasus penembakan tanpa prosedur. Selain itu, publik juga menilai Polri telah menindak tegas kasus kekerasan hingga penyelundupan narkoba, dengan tingkat pengetahuan responden berkisar antara 80,3% hingga 88,6%.
Peningkatan Kepuasan dan Citra Positif
Penilaian kinerja Polri yang membaik turut mendorong peningkatan kepuasan publik. Tingkat kepuasan terhadap kinerja Polri naik dari 65,1% menjadi 67,6%. Citra kelembagaan Polri juga mengalami kenaikan signifikan, dari 64,4% pada tahun sebelumnya menjadi 71,5%. Kenaikan ini dikaitkan dengan pelibatan anggota Polri sebagai ujung tombak aparat Bhayangkara negara di lapangan.
Pelanggaran yang Masih Perlu Perhatian
Meskipun demikian, survei juga mengidentifikasi sejumlah pelanggaran yang sanksinya dinilai masih relatif rendah. Empat kategori pelanggaran tersebut meliputi tindakan suap, gaya hidup mewah, keterlibatan dalam sindikat atau menjadi beking, serta pungutan liar. Proporsi publik yang memvalidasi adanya penjatuhan sanksi untuk keempat kategori ini berkisar antara 55,1% hingga 60,9%.
Optimisme terhadap Masa Depan Polri
Mayoritas responden meyakini kinerja Polri akan semakin baik di masa mendatang. Peningkatan tren yang signifikan ini merupakan apresiasi publik terhadap pembenahan yang dilakukan Polri secara terus-menerus, terutama dalam aspek penegakan hukum, pelayanan masyarakat, dan keamanan.



