Tim Pemburu Begal Polda Metro Jaya berhasil mengungkap enam kasus begal yang terjadi di wilayah Jakarta. Dari pengungkapan tersebut, sebanyak delapan pelaku berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.
Delapan Tersangka Berhasil Ditangkap
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengamankan delapan orang tersangka yang terlibat dalam tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Hal ini disampaikan dalam keterangan pers pada Senin malam, 18 Mei 2026.
Para pelaku yang ditangkap tersebut terlibat dalam aksi begal di beberapa lokasi yang sempat viral di media sosial, antara lain di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Patung Kuda, Kebon Jeruk, Cideng, hingga Gandaria.
Aksi Begal di Bundaran HI
Khusus untuk aksi begal di Bundaran HI, polisi menangkap tiga pelaku. Mereka diketahui melakukan perampasan handphone dengan sasaran warga negara asing (WNA). Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ketiga tersangka tersebut telah melakukan aksinya sebanyak 120 kali di berbagai tempat kejadian perkara (TKP).
Iman menambahkan bahwa Tim Pemburu Begal Polda Metro Jaya masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang belum tertangkap. Pelaku yang masih dalam pengejaran diduga menggunakan senjata api.
Pasal yang Dikenakan
Dalam kasus ini, polisi menjerat para pelaku dengan Pasal 466 KUHP, Pasal 471 KUHP, Pasal 477 KUHP, dan Pasal 479 KUHP.
Pembentukan Tim Pemburu Begal
Sebelumnya, Polda Metro Jaya membentuk tim pemburu begal untuk memberantas aksi kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat. Iman menjelaskan bahwa pembentukan tim khusus ini dilakukan karena aksi kriminalitas jalanan tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga membahayakan nyawa korban.
Tim pemburu begal akan ditempatkan di sejumlah titik rawan dan beroperasi selama 24 jam untuk memastikan keamanan serta keselamatan masyarakat. Tim yang terdiri dari jajaran polsek, polres, maupun Direktorat Reserse Kriminal Umum akan disebar di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Iman juga menyebut bahwa tim tersebut akan dibekali perlengkapan taktis, mulai dari helm, rompi, hingga senjata.



