Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Inspektur Jenderal Polisi Agus Suryonugroho, menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi digital secara menyeluruh dalam pengelolaan lalu lintas di Indonesia. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di seluruh wilayah.
Digitalisasi Layanan Lalu Lintas
Irjen Agus menyatakan bahwa digitalisasi merupakan kunci utama dalam mewujudkan sistem lalu lintas yang modern dan efisien. Beberapa program yang menjadi fokus utama antara lain revitalisasi Intelligent Safety Driving Center (ISDC), pengembangan konsep smart city, serta penguatan sistem penegakan hukum berbasis teknologi seperti Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan face recognition.
“Digitalisasi di Korlantas ini cukup bagus, masing-masing satuan kerja sudah ada semuanya. Tinggal dimunculkan terus dan ditingkatkan,” ujar Agus dalam keterangannya, Senin (11/5). Ia juga meminta seluruh jajaran untuk terus mengangkat narasi pelayanan modern dan digitalisasi dalam setiap koordinasi maupun forum lintas institusi.
Profesionalisme dan Pelayanan Humanis
Selain digitalisasi, Irjen Agus juga menekankan pentingnya profesionalisme dan pelayanan humanis oleh personel Korlantas. Ia mengingatkan bahwa setiap kebijakan pimpinan harus dijabarkan secara konkret hingga tingkat pelaksana di lapangan. Menurutnya, seluruh personel harus mampu menerjemahkan setiap instruksi menjadi langkah nyata yang dirasakan masyarakat.
“Kami yakin ketika satu perintah pimpinan, rekan-rekan bisa menjabarkan lebih dari 10 langkah,” tegasnya.
Berdasarkan arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, program “Polantas Menyapa dan Melayani” harus terus diperkuat di seluruh subsektor, mulai dari bidang registrasi dan identifikasi (regident), penegakan hukum, hingga keamanan dan keselamatan. Pendekatan humanis ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Kepolisian.
Edukasi Keselamatan Berkendara
Agus juga meminta seluruh jajaran untuk menggaungkan peringatan Hari Keselamatan Lalu Lintas yang jatuh setiap bulan September. Dalam kegiatan tersebut, ia berharap program edukasi seperti safety riding dapat kembali dioptimalkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara.
Apresiasi terhadap Personel Berprestasi
Kakorlantas mengapresiasi personel patroli lalu lintas yang mampu menjalankan tugas secara humanis dan mendapatkan respons positif dari masyarakat. Potensi personel berprestasi tersebut, kata dia, harus terus dipantau dan dikelola dengan baik.
“Kalau ada personel yang punya potensi dan bekerja dengan baik, itu harus dikelola dan diapresiasi. Karena tidak semua orang bisa melakukan itu,” pungkasnya.



