Kompas.com - Seorang masinis kereta api yang terlibat dalam kecelakaan tabrakan dengan bus di Bangkok, Thailand, dinyatakan positif menggunakan narkoba berdasarkan hasil tes urine. Selain itu, masinis tersebut juga menghadapi dakwaan kelalaian dan mengemudi secara sembrono, sebagaimana dilaporkan oleh CNA pada Senin (18/5/2026).
Hasil Tes Urine Positif Ganja dan Metamfetamin
Dikutip dari The Nation Thailand pada hari yang sama, hasil tes awal terhadap masinis kereta yang terlibat dalam insiden tersebut menemukan adanya kandungan ganja dan metamfetamin di dalam tubuhnya. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa pengemudi dalam kondisi tidak sadar saat menjalankan tugas.
Pengakuan Perusahaan Kereta
Dalam laporan yang sama, pihak perusahaan kereta api mengakui bahwa tes narkoba bagi para masinis sebelumnya tidak dilakukan secara rutin sebelum bertugas. Hal ini menjadi sorotan karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan akibat pengaruh zat terlarang.
Kecelakaan tersebut terjadi ketika kereta api menabrak sebuah bus di perlintasan di Bangkok. Akibat tabrakan itu, sejumlah korban jiwa dan luka-luka dilaporkan. Otoritas setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran publik mengenai keselamatan transportasi kereta api di Thailand. Keluarga korban menuntut keadilan dan mendesak perusahaan kereta untuk memperketat prosedur pemeriksaan kesehatan dan tes narkoba bagi seluruh awak kereta.



