Polisi Korea Selatan akhirnya mengungkap bahwa sejumlah bukti yang digunakan untuk menghubungkan aktor Kim So Hyun dengan mendiang Kim Sae Ron adalah hasil manipulasi. Bukti-bukti tersebut meliputi rekaman audio yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) serta tangkapan layar pesan yang telah diedit.
Pengungkapan dalam Dokumen Penahanan
Temuan ini terungkap dalam dokumen permohonan surat penahanan yang diajukan oleh Kantor Polisi Gangnam Seoul. Dokumen tersebut dikutip oleh media lokal pada 21 Mei lalu. Polisi menyatakan bahwa Kim Se Eui, yang dikenal sebagai kepala kanal YouTube Garosero Research Institute, diduga terlibat dalam penyebaran informasi palsu mengenai Kim Soo Hyun.
Motif Finansial di Balik Penyebaran Informasi Palsu
Menurut polisi, Kim Se Eui diduga menyebarkan informasi palsu demi keuntungan finansial. Pendapatan dari YouTube menjadi salah satu motif utama di balik tindakannya. Polisi kini tengah mendalami kasus ini lebih lanjut.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan figur publik dan penggunaan teknologi AI untuk memanipulasi bukti. Polisi berkomitmen untuk menindak tegas pelaku penyebaran informasi palsu yang merugikan nama baik seseorang.



