Jakarta - Aksi percobaan penculikan terhadap seorang lanjut usia (lansia) berinisial GH (70) terjadi di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada 16 April 2026 lalu. Peristiwa yang terekam kamera pengawas (CCTV) ini berlangsung saat korban tengah berolahraga pagi di sekitar kediamannya.
Kronologi Kejadian
Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan AKP Sampson Sosa Hutapea menjelaskan bahwa peristiwa terjadi pada pukul 06.55 WIB. Dalam rekaman CCTV terlihat sebuah mobil mengikuti korban, kemudian satu orang pelaku turun dan mencoba menarik korban untuk dipaksa masuk ke dalam kendaraan tersebut.
Beruntung, korban memberikan perlawanan sengit sehingga upaya pelaku gagal. "Untungnya korban melakukan perlawanan sehingga pelaku tidak berhasil melakukan penculikan tersebut dan pergi dari TKP," ujar Sampson, Sabtu (13/6).
Penyelidikan Polisi
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk mengungkap dalang di balik aksi nekat tersebut. Polisi juga memetakan jalur pelarian para pelaku melalui rekaman kamera pengawas. "Motifnya masih kita dalami dan tim sedang menelusuri titik-titik CCTV yang mengarah kepada TKP," ungkapnya.
Berdasarkan analisis awal rekaman CCTV, pelaku diduga berjumlah lebih dari dua orang. Mereka beraksi menggunakan sebuah mobil untuk mengincar korban yang sedang lengah. "Yang terlihat kalau dalam mobil itu ada satu pengemudi, ya kemungkinan berjumlah lebih dari dua," sebutnya.
Korban Tidak Kenal Pelaku
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa korban sama sekali tidak mengenali para pelaku. Korban yang bekerja sebagai karyawan swasta ini juga mengaku tidak pernah memiliki konflik dengan siapa pun sebelum peristiwa tersebut. "Tidak pernah ada masalah, tidak pernah punya musuh, dan selama ini hidup baik-baik saja," papar Sampson.
Korban Alami Kekerasan Fisik
Sampson membeberkan bahwa korban GH sempat mengalami kekerasan fisik saat mempertahankan diri. Korban dan pelaku terlibat perkelahian fisik hingga terjatuh di jalanan perumahan. "Pelaku berusaha menarik korban, memaksa masuk mobil, sampai bergelut dan jatuh. Karena korban melawan dan berteriak, pelaku ketakutan dan meninggalkan lokasi," pungkasnya.
Polisi kini memaksimalkan metode penyelidikan modern, termasuk scientific crime investigation, untuk mengidentifikasi identitas para pelaku. Pemeriksaan juga diperluas hingga ke akses keluar masuk kompleks perumahan tempat kejadian.



