Polres Mojokerto akhirnya mengungkap dua pemicu utama di balik aksi brutal seorang badut penjual balon berinisial S (43) yang tega menghabisi nyawa ibu mertuanya dan melukai istrinya sendiri. Peristiwa tragis ini terjadi di kontrakan mereka yang berlokasi di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.
Motif Ganda: Ekonomi dan Cemburu
Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, mengungkapkan bahwa dugaan sementara motif penganiayaan ini adalah masalah ekonomi dan keluarga. "Dugaan sementara masalah ekonomi dan keluarga," ujarnya kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).
Informasi lebih lanjut diperoleh dari tetangga korban, Nur Aidah (32), yang menyatakan bahwa pelaku dan istri, Sri Wahyuni atau Yuni (35), telah lama terlibat pertengkaran. "Dulu juga pernah cekcok, Satuan bawa senjata tajam. Kali ini tidak dengar bertengkarnya. Pemicunya karena cemburu," kata Aidah.
Riwayat Pertengkaran dan Utang
Ketua RT setempat, Suroto, menambahkan bahwa pasangan suami istri ini sering bertengkar akibat masalah keuangan dan kecemburuan. Mereka diketahui memiliki utang di beberapa orang. Untuk membantu perekonomian keluarga, Yuni sempat berjualan makanan kecil-kecilan di depan rumah kontrakan mereka.
Pelaku dan korban tinggal bersama dua anak mereka di kontrakan sederhana yang telah mereka huni selama sekitar delapan bulan terakhir. Lokasi kontrakan tersebut hanya berjarak sekitar 15 meter di sebelah barat rumah ibu mertua S, Siti Arofah (53), yang menjadi korban tewas dalam insiden ini.
Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih dalam pengejaran petugas kepolisian. Polres Mojokerto terus melakukan penyelidikan dan berupaya menangkap pelaku yang diduga melarikan diri setelah kejadian.



