Siang itu, Selasa (14/4/2026), seorang pria dengan rambut memutih keperakan menebar senyum hangat di salah satu ruangan resto Jejamuran yang beralamat di Niron, Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Pria bernama Ratidjo Hardjo Suwarno itu dengan rendah hati memperkenalkan dirinya sebagai pemilik Jejamuran, resto yang telah menjelma menjadi salah satu ikon Kota Jogja.
Penampilan Sederhana Sang Pemilik
Tak ada kesan mewah layaknya CEO atau pemilik perusahaan besar. Ratidjo yang sudah menginjak usia 82 tahun itu hanya mengenakan kaus putih yang tak lagi tampak baru, dipadu celana kain hitam legam, dengan langkah yang mulai tertatih pelan. Namun, semangatnya terlihat tetap menyala meski sudah usia senja.
Perjalanan Panjang Jejamuran
Jejamuran bukan sekadar restoran biasa. Tempat ini telah menjadi destinasi kuliner favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Yogyakarta. Dengan menu utama olahan jamur, Jejamuran menawarkan cita rasa unik yang sulit ditemukan di tempat lain. Ratidjo memulai usahanya dari nol, membangun Jejamuran dengan kerja keras dan dedikasi tinggi.
Meski usianya telah lanjut, Ratidjo masih aktif mengawasi operasional restoran. Ia sering terlibat langsung dalam menyambut tamu dan memastikan kualitas makanan tetap terjaga. Baginya, kepuasan pelanggan adalah prioritas utama.
Warisan untuk Generasi Mendatang
Ratidjo berharap Jejamuran dapat terus berkembang dan menjadi warisan bagi generasi mendatang. Ia telah menanamkan nilai-nilai kejujuran dan kerja keras kepada anak-anaknya yang kini mulai membantu mengelola usaha tersebut. Dengan semangat pantang menyerah, Ratidjo membuktikan bahwa usia bukanlah halangan untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.



