Lapas Perempuan Ambon Luncurkan Aplikasi 'Beta Puan' untuk Efisiensi Kunjungan Napi
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon telah secara resmi meluncurkan aplikasi layanan digital bernama 'Beta Puan'. Inovasi teknologi ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan proses pendaftaran pengunjung lapas, yang sebelumnya masih mengandalkan sistem manual yang kurang efisien.
Mengenal Aplikasi 'Beta Puan'
Menurut informasi yang dihimpun dari situs resmi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), aplikasi 'Beta Puan' memungkinkan keluarga atau kerabat warga binaan pemasyarakat (WBP) alias narapidana untuk melakukan pendaftaran kunjungan secara digital. Calon pengunjung cukup memasukkan data diri mereka melalui aplikasi, kemudian memilih jadwal kunjungan yang tersedia.
"Aplikasi ini merupakan langkah nyata dalam mendukung transformasi digital sekaligus memberikan pelayanan yang lebih cepat, tertib, dan transparan kepada masyarakat," tegas Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, dalam pernyataannya.
Manfaat bagi Pengunjung dan Petugas
Dengan adanya 'Beta Puan', pengunjung tidak perlu lagi datang pagi-pagi hanya untuk mengantre panjang pada hari kunjungan. Salah satu pengunjung, Salahudin Halim, mengungkapkan pengalamannya: "Sekarang tidak perlu lagi datang pagi-pagi hanya untuk antre. Tinggal daftar lewat aplikasi, datang sesuai jadwal, dan prosesnya cepat. Sangat membantu kami sebagai keluarga warga binaan."
Di sisi lain, petugas lapas juga merasakan kemudahan yang signifikan. Hesta menambahkan, "Semua telah terintegrasi secara digital sehingga memudahkan keluarga warga binaan dan membantu petugas dalam mengatur jadwal kunjungan secara lebih efektif."
Selaras dengan Slogan PRIMA Kemenimipas
Inovasi layanan digital ini sejalan dengan slogan kerja Kemenimipas, yaitu PRIMA, yang merupakan akronim dari profesional, responsif, integritas, modern, dan akuntabel. Menteri Imipas Agus Andrianto menjelaskan bahwa nilai-nilai PRIMA harus menjadi DNA organisasi, termasuk dalam penerapan teknologi untuk meningkatkan pelayanan.
"Nilai PRIMA bukan hanya slogan, tetapi harus menjadi karakter setiap insan imigrasi dan permasyarakatan dalam melayani tugas-tugas kenegaraan," ujar Menteri Agus dalam sebuah kesempatan.
Peluncuran 'Beta Puan' menandai babak baru dalam upaya modernisasi sistem pemasyarakatan di Indonesia, khususnya dalam hal efisiensi dan transparansi layanan kunjungan.



