Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menindaklanjuti informasi viral yang menyebutkan kawasan Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, diduga menjadi lokasi prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur. Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menyatakan bahwa pihaknya memandang serius setiap dugaan eksploitasi dan prostitusi anak.
Koordinasi dan Penelusuran di Lapangan
Chico Hakim menjelaskan bahwa Pemprov DKI telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Barat, khususnya Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) serta Suku Dinas Sosial Jakarta Barat. Kedua instansi tersebut sudah turun langsung ke lapangan untuk mendalami informasi yang beredar. Selain itu, Polsek Tamansari juga telah melakukan pengecekan di lokasi dan terus mendalami kasus ini.
Komitmen Pemprov DKI
Chico menegaskan bahwa Pemprov DKI tidak akan mentoleransi segala bentuk eksploitasi seksual terhadap anak. Pemerintah telah memerintahkan dinas dan instansi terkait untuk melakukan monitoring dan patroli secara intensif di kawasan Lokasari. Langkah ini juga diperkuat dengan koordinasi bersama Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat untuk penyelidikan mendalam serta penindakan tegas apabila ditemukan bukti yang cukup.
Lebih lanjut, Chico memastikan bahwa Pemprov DKI siap memberikan perlindungan, pendampingan, dan rehabilitasi bagi korban anak jika kabar tersebut terbukti benar. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi hak-hak anak.
Kronologi Viral Dugaan Prostitusi
Informasi mengenai dugaan prostitusi anak di Lokasari mulai viral di media sosial pada Senin, 25 Mei 2026. Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa video tersebut direkam oleh seorang warga negara Jepang. Dalam video, perekam tampak dihampiri oleh beberapa orang yang diduga menawarkan jasa prostitusi. Mereka terdengar berteriak dan menyebut kata 'seventeen' serta 'perawan' kepada perekam video.
Tindakan Kepolisian
Kapolsek Tamansari, Kompol Bobby M. Zulfikar, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut. Polisi sudah mengecek langsung lokasi yang disebut dalam video. Bobby menyatakan bahwa saat ini kasus masih dalam tahap pendalaman dan proses penyelidikan. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengungkap kebenaran di balik video viral tersebut.
Dengan adanya langkah cepat dari Pemprov DKI dan kepolisian, diharapkan kasus ini dapat segera terungkap dan memberikan efek jera bagi pelaku eksploitasi anak. Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan melaporkan jika mengetahui adanya praktik serupa.



