Prabowo Dorong Genteng Daur Ulang untuk Program Perbaikan Rumah
Prabowo Dorong Genteng Daur Ulang untuk Perbaikan Rumah

Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan penggunaan genteng hasil daur ulang sampah untuk dimasukkan ke dalam program bantuan perbaikan rumah. Hal ini disampaikannya setelah meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Desa Kaliori, Banyumas, Jawa Tengah, pada Selasa, 28 April 2026.

Genteng Daur Ulang Dinilai Efektif dan Murah

Dalam kunjungannya, Prabowo melihat langsung produk genteng yang dihasilkan dari pengolahan sampah di TPST BLE. Ia menilai genteng tersebut memiliki kualitas yang cukup baik dengan harga yang terjangkau. “Gentengnya lumayan efektif, harganya cukup murah, mungkin bisa masuk anggaran kita untuk bantuan perbaikan rumah,” ujar Prabowo.

Presiden menjelaskan bahwa saat ini anggaran perbaikan rumah mencapai Rp20 juta per unit. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp4-5 juta dialokasikan untuk pembelian genteng. Dengan menggunakan genteng daur ulang, biaya tersebut dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Mengurangi Penggunaan Atap Seng

Prabowo juga menekankan keinginannya untuk mengurangi penggunaan atap seng yang mudah berkarat. Menurutnya, material seng tidak hanya kurang sehat bagi penghuni rumah, tetapi juga kurang estetis. “Kita mau hilangkan penggunaan seng yang berkarat itu, ujungnya tidak sehat untuk yang huni, dan pandangan tidak bagus. Kita akan kembalikan Indonesia jadi benar-benar yang indah, jadi pariwisata itu bagus dan kita nyaman tinggalnya,” tegasnya.

Potensi Genteng Daur Ulang untuk Program Pemerintah

Produk genteng dari TPST BLE dinilai memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam program pemerintah, khususnya bantuan perbaikan rumah bagi masyarakat kurang mampu. Selain lebih ramah lingkungan, genteng daur ulang juga diproduksi secara lokal, sehingga dapat mendukung perekonomian daerah.

“Anggaran perbaikan rumah, sekarang satu rumah Rp20 juta, jadi satu rumah kita perhitungkan Rp4-5 juta gentengnya,” lanjut Prabowo. Dengan harga yang lebih murah, diharapkan lebih banyak rumah yang dapat diperbaiki dengan anggaran yang tersedia.

Langkah Menuju Indonesia yang Lebih Hijau

Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Dengan mendaur ulang sampah menjadi genteng, masalah sampah plastik dan limbah lainnya dapat diminimalisir. Prabowo berharap inisiatif ini dapat direplikasi di daerah lain sehingga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Sebelumnya, Prabowo juga memuji sistem pengolahan sampah di Banyumas yang dinilai efektif meskipun tidak menggunakan teknologi canggih. “Tak terlalu canggih, tapi efektif,” katanya. Hal ini menunjukkan bahwa solusi sederhana namun tepat sasaran dapat memberikan manfaat besar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga