Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap kapal yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba di Samudra Pasifik bagian timur. Serangan terbaru ini menewaskan tiga orang, sehingga total korban tewas dalam kampanye militer AS sejak September lalu mencapai 185 orang.
Serangan Terbaru di Samudra Pasifik
Komando Selatan AS (SOUTHCOM) mengonfirmasi bahwa serangan dilakukan pada hari Minggu terhadap sebuah kapal yang dioperasikan oleh organisasi teroris yang ditunjuk. Intelijen AS menyatakan bahwa kapal tersebut melintasi rute perdagangan narkoba yang dikenal.
Kontroversi Legalitas Operasi
Pemerintahan Trump belum memberikan bukti pasti bahwa kapal-kapal yang diserang benar-benar terlibat dalam perdagangan narkoba. Hal ini memicu perdebatan di kalangan ahli hukum dan kelompok hak asasi manusia yang menilai serangan tersebut dapat dianggap sebagai pembunuhan di luar hukum karena menargetkan warga sipil yang tidak menimbulkan ancaman langsung bagi AS.
SOUTHCOM dalam unggahan di X menyatakan bahwa tidak ada pasukan militer AS yang terluka dalam operasi tersebut. Serangan ini merupakan bagian dari kampanye yang telah menewaskan sedikitnya 185 orang, menurut perhitungan AFP.



