Kode Amplop Cokelat Terungkap: Suap Bos Blueray ke Pejabat Bea Cukai
Kode Amplop Cokelat untuk Suap Pejabat Bea Cukai Terungkap

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya kode amplop berwarna cokelat dalam praktik suap yang melibatkan Bos Blueray Cargo, John Field, dengan sejumlah pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pengungkapan ini terjadi dalam sidang pemeriksaan Orlando Hamonangan, Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan, di Pengadilan Negeri Tipikor pada Rabu, 20 Mei 2026.

Kode Amplop 1 hingga 3

Dalam persidangan, JPU menyebutkan bahwa kode amplop dengan tulisan angka 1 hingga 3 muncul setelah pertemuan antara John Field dengan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama, serta Direktur Penindakan dan Penyidikan, Rizal, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada 22 Juli 2025. Sebulan kemudian, Orlando atau yang akrab disapa Ocoy mengatakan bahwa John Field bersama seorang perempuan bernama Sri Pangastuti atau Tuti mendatangi kantornya dengan membawa amplop cokelat yang bertuliskan kode 1, 2, dan 3.

“Untuk yang dititipkan sama saya itu amplop cokelat ada tulisan inisialnya nomor 2 sama nomor 1 pak,” ujar Ocoy di hadapan majelis hakim. Meski demikian, Ocoy mengaku tidak mengetahui untuk siapa amplop dengan kode nomor 1 ditujukan. Ia hanya mengetahui bahwa kode nomor 2 diperuntukkan bagi Rizal, sedangkan kode nomor 3 untuk Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Sisprian Subiaksono. “Nomor satu saya tidak tahu Pak, nomor dua saya tahu, nomor tiga saya tahu,” jelas Ocoy.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penyerahan Amplop dan Nilai Uang

Ocoy menambahkan bahwa amplop dengan kode nomor 1 diserahkan kepada Rizal di luar kantor pada akhir pekan, sesuai perintah. Selanjutnya, JPU menampilkan data sampling amplop yang diterima masing-masing pejabat Bea Cukai. Dalam tabel yang ditampilkan, terdapat kode 1 DIR, 2 BR, 3 SIS, 4 HEN, 4 BY, hingga 4 OC. Jaksa membenarkan bahwa kode 2 dan 3 yang disebut Orlando masing-masing milik Rizal dan Sisprian. Sementara itu, amplop kode 1 merupakan milik Djaka Budi Utama selaku Dirjen Bea dan Cukai. Jaksa juga menyebutkan bahwa dalam penyerahan pada bulan Agustus 2025, total uang yang diterima Djaka mencapai 200 ribu dolar Singapura. Namun, dalam persidangan, jaksa menegaskan bahwa nilai yang diterima Djaka adalah 213.600 dolar Singapura. “Izin Majelis, kami tegaskan yang sales 2-1 adalah Dirjen Bea Cukai nilainya 213.600 Dolar Singapura,” ujar Jaksa. “Itu kami yang tegaskan ya, kami, karena kami yang punya bukti ini,” imbuhnya.

Tanggapan Bea Cukai

Sementara itu, Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menyatakan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. “Kami menghormati proses hukum dan proses pembuktian yang sedang berjalan di pengadilan, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah,” katanya. Budi menambahkan bahwa karena perkara ini sudah masuk ke tahap persidangan, untuk menghormati dan menjaga independensi proses tersebut, pihaknya tidak berkomentar mengenai substansi perkara.

Dakwaan terhadap John Field

Sebelumnya, John Field selaku Pimpinan Blueray Cargo (Grup) didakwa menyuap beberapa pejabat pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan uang sejumlah Rp61 miliar serta pemberian fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp1,8 miliar. Tindak pidana suap itu dilakukan John Field bersama-sama dengan Terdakwa II Dedy Kurniawan Sukolo, Manager Operasional Custom Clearance Pelabuhan pada Blueray Cargo (Grup), dan Terdakwa III Andri, Ketua Tim Dokumen Importasi pada Blueray Cargo (Grup). Adapun penerima suap terdiri dari Direktur Penindakan dan Penyidikan Rizal, Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Sisprian Subiaksono, dan Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan Orlando Hamonangan. Klaster pejabat Ditjen Bea dan Cukai akan dituntut dalam berkas terpisah. Menurut jaksa, suap diberikan agar para pejabat di Ditjen Bea dan Cukai mengupayakan barang impor milik Blueray Cargo (Grup) lebih cepat keluar dari proses pengawasan di bagian Kepabeanan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga