Nadiem Makarim Jelaskan Bawa Tim Sendiri saat Ditunjuk Jadi Menteri
Nadiem Makarim Bawa Tim Sendiri saat Jadi Menteri

Dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (11/5/2026), Jaksa Penuntut Umum menyinggung keberadaan tim shadow di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) era Nadiem Makarim. Namun, Nadiem justru menjelaskan tentang tim ahli yang dibawanya saat ditunjuk menjadi menteri.

Klarifikasi Nadiem tentang Tim Ahli

Jaksa bertanya, "Saudara juga memasukkan orang-orang luar, ada namanya istilahnya 'shadow', 'shadow' apa? Ingat nggak Saudara? 'Shadow' organisasi apa? Ada organisasi bayangan. Yang berapa ratus Saudara masukkan dari luar, ya kan. Orang-orang tersebut. Apa bisa saudara jelaskan ke dalam majelis hakim ini?"

Nadiem pun memberikan klarifikasi. Ia mengakui membawa tim khusus sesuai keahlian yang dibutuhkan. "Izinkan saya klarifikasi. Ini semua hal yang berbeda-beda dicampuradukkan menjadi satu. Saya sebagai menteri masuk dengan beberapa staf khusus yang spesifik di bidang-bidangnya masing-masing karena kompetensi mereka, karena integritas mereka," kata Nadiem.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Beberapa orang yang dibawanya dijadikan Staf Khusus Menteri (SKM). Nadiem menyebut ada juga stafnya yang kemudian menjadi Dirjen. "Beberapa dari SKM itu akhirnya menjadi dirjen, seperti Pak Iwan kemarin yang menjadi saksi di sini. Di luar itu, semua dirjen saya ya datangnya dari dalam kementerian. Jadi mereka pun dipilih oleh saya dan disetujui oleh Pak Presiden berdasarkan rekam jejak mereka di dalam kementerian," sambungnya.

Ahli Teknologi dari PT Telkom

Selain itu, Nadiem juga membawa dan mempekerjakan orang-orang yang memiliki keahlian teknologi. Namun, mereka tidak digaji langsung oleh Kemendikbudristek. Mereka berada di bawah anak perusahaan PT Telkom Indonesia. "Mereka itu ada di bawah salah satu anak perusahaannya PT Telkom dan ada kontrak antara kementerian dan perusahaan PT Telkom tersebut. Jadi mereka itu di situ," ujarnya.

Nadiem membawa ahli teknologi ke dalam kementerian sebagai mandat dari presiden. Saat itu, Presiden ingin mempercepat digitalisasi pendidikan. "Di dalam dua rapat, di luar daripada pergantian daripada Ujian Nasional ke Asesmen Nasional, Bapak Presiden di dalam rapat memutuskan bahwa digitalisasi pendidikan menjadi prioritas," tambah Nadiem.

Kemendikbudristek diperintahkan untuk membuat sebuah platform untuk memperbaiki sistem pembelajaran di sekolah. Amanat ini harus dijalankan. "Pada saat itu, peran teknologi bukan berartinya beli laptop, bukan apa. Yang dimaksudkan Bapak Presiden dengan platform-platform adalah membangun aplikasi," jelas dia.

Tim Shadow 400 Orang

Untuk diketahui, saat masih menjabat Mendikbudristek, Nadiem Makarim pernah menjelaskan soal keberadaan tim bayangan atau tim shadow. Nadiem mengakui, 400 orang dalam tim bayangan ini merupakan aspirasi pribadinya sebagai menteri. Tujuannya, semata demi kerjasama yang ke depan bisa diterapkan di setiap jenjang kedinasan.

"Saya ingin mengucapkan sekali lagi bahwa ini adalah aspirasi saya sebagai pemimpin. Harapan besar saya adalah kami bisa sharing ini ke pemda dan kementerian lain sehingga nantinya, bayangkan jika semua kementerian punya tim teknologi yang bisa bekerja sama sebagai mitra meluncurkan berbagai macam aplikasi gratis untuk masyarakat Indonesia meningkatkan kualitas pendidikan," kata Nadiem pada 26 September 2022.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga