Prabowo Pamer Gaji Hakim RI Tertinggi di ASEAN, Lampaui Malaysia dan Singapura
Prabowo Pamer Gaji Hakim RI Tertinggi di ASEAN

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Mahkamah Agung di negara-negara ASEAN kagum karena gaji hakim di Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara mereka. Hal ini disampaikan Prabowo dalam acara penyerahan dana sebesar Rp10,2 triliun hasil penagihan denda administratif kehutanan oleh Satgas PKH di Kejaksaan Agung, pada Rabu (13/5).

Gaji Hakim Indonesia Lampaui Malaysia

Prabowo mengaku puas setelah mendapatkan laporan dari Ketua Mahkamah Agung Sunarto bahwa untuk pertama kalinya gaji hakim di Indonesia telah melampaui gaji hakim di Malaysia. "Beliau habis rapat ketua-ketua Mahkamah Agung se-ASEAN. Kemudian Ketua Mahkamah Agung Malaysia sampaikan ke Ketua Mahkamah Agung Indonesia. 'Yang Mulia, saya salut sama Indonesia. Pertama kali gaji hakim Indonesia di atas gaji hakim Malaysia'," tutur Prabowo.

Bahkan, Prabowo menyebutkan bahwa gaji hakim muda di Indonesia hampir dua kali lipat dibandingkan gaji hakim muda di Malaysia. Menurutnya, pencapaian ini dimungkinkan karena sejak awal kepemimpinannya ia memutuskan untuk menaikkan gaji hakim sebesar 280 persen. "Saya maunya 300 persen, tapi Menteri Keuangan hanya setuju 280 persen. Oke lah. Tapi kita sudah lompat," jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Melampaui Singapura

Tidak hanya Malaysia, Prabowo juga menyebut bahwa besaran gaji Ketua Mahkamah Agung Indonesia telah melampaui gaji Ketua Mahkamah Agung di Singapura. Dengan demikian, ia menilai Indonesia tidak kalah dengan negara lain di ASEAN dalam hal penegakan hukum.

Prabowo meyakini bahwa kenaikan gaji hakim tersebut akan mampu mengatasi masalah korupsi dan proses hukum di lembaga yudikatif. "Karena itu hakim-hakim kita harus kita hormati, harus dipilih dengan baik dan harus dikasih penghasilan yang cukup supaya hakim-hakim kita tidak bisa disogok," tegasnya.

Pesan untuk Hakim

Ia juga memberikan pesan kepada Ketua Mahkamah Agung dan seluruh hakim agar selalu ingat bahwa putusan mereka akan dinilai oleh rakyat. "Saya pesankan kepada Ketua Mahkamah Agung, saya pesankan kepada semua hakim-hakim, ingat putusan-putusanmu akan dinilai oleh rakyat. Putusan-putusanmu akan dipelajari. Dan masyarakat kita dan rakyat kita sudah tidak bodoh," imbuhnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga