Perjalanan 8 Tahun Asri Melawan Lupus, Penyakit Seribu Wajah
8 Tahun Lawan Lupus, Penyakit Seribu Wajah

KOMPAS.com - Bagi Asri Wijayanti (47), menemukan jawaban atas penyakit yang menggerogoti tubuhnya bukanlah perjalanan singkat. Selama delapan tahun, ia mengalami beragam keluhan yang tampak tidak saling berkaitan, mulai dari radang selaput jantung, kejang, sakit kepala berat, keguguran, hingga kelelahan ekstrem. Belakangan, seluruh gejala itu ternyata bermuara pada satu diagnosis, yaitu lupus.

Perjalanan Diagnosis yang Panjang

Asri menceritakan bahwa ia seringkali merasa frustrasi karena dokter tidak dapat menemukan penyebab pasti dari keluhan-keluhannya. Ia harus menjalani berbagai macam tes dan konsultasi dengan beberapa spesialis sebelum akhirnya seorang reumatologis menegakkan diagnosis lupus. Proses yang panjang ini membuatnya merasa lega sekaligus khawatir akan masa depan.

Gejala Lupus yang Beragam

Lupus dikenal sebagai "penyakit seribu wajah" karena gejalanya yang sangat bervariasi antar individu. Pada Asri, gejala yang muncul meliputi:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Radang selaput jantung (perikarditis)
  • Kejang
  • Sakit kepala berat
  • Keguguran berulang
  • Kelelahan ekstrem

Gejala-gejala ini seringkali datang dan pergi, membuat diagnosis semakin sulit. Banyak penderita lupus mengalami gejala yang mirip dengan penyakit lain, sehingga sering terjadi misdiagnosis.

Peringatan Hari Lupus Sedunia

Hari Lupus Sedunia sendiri diperingati setiap 10 Mei, sementara sepanjang bulan Mei diperingati sebagai Lupus Awareness Month oleh Lupus Foundation of America. Momentum ini dimanfaatkan berbagai organisasi dan kelompok dukungan untuk meningkatkan kesadaran mengenai lupus, penyakit autoimun yang kerap dijuluki sebagai “penyakit seribu wajah”.

Pentingnya Kesadaran dan Dukungan

Kampanye kesadaran lupus bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat tentang gejala, diagnosis, dan pengobatan lupus. Selain itu, dukungan bagi penderita dan keluarga juga sangat penting. Asri berharap dengan berbagi ceritanya, ia dapat membantu orang lain yang mungkin mengalami gejala serupa untuk segera mendapatkan diagnosis yang tepat.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga