Rocky Gerung Hadiri Sidang Nadiem Makarim, Ini Alasannya
Rocky Gerung Hadiri Sidang Nadiem Makarim, Ini Alasannya

Jakarta - Akademikus Rocky Gerung menghadiri sidang pemeriksaan terdakwa mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Kehadirannya bukan tanpa alasan.

Alasan Rocky Gerung Hadir

"Bukan mendukung. Saya mau memperhatikan jalannya sidang dari perspektif penalaran hukum," ujar Rocky saat ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Senin (11/5/2026).

Pantauan detikcom, Rocky hadir sejak awal sidang dimulai. Ia duduk bersama pengunjung sidang lainnya. Rocky tampak fokus mengikuti rangkaian sidang dan bertahan hingga majelis hakim menskors jalannya persidangan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Mengajar Legal Reasoning

Rocky mengaku bahwa dirinya turut mengajar tentang legal reasoning atau penalaran hukum. Oleh karena itu, ia ingin mengetahui apakah persidangan kasus Nadiem dipandu oleh nalar hukum yang bersih atau terdapat cacat di dalamnya.

"Saya mengajar legal reasoning. Nah, itu saya ingin tahu apakah sidang ini dituntun oleh nalar hukum yang bersih atau di dalamnya ada defect, ada karat politik, ada karat pesanan, segala macam. Hanya itu yang saya ingin uji sebetulnya," jelasnya.

Penilaian Rocky Terhadap Sidang

Rocky menilai jaksa gagal menghubungkan fakta menjadi bukti dalam persidangan ini. Menurutnya, jaksa pintar tetapi kelelahan untuk menghubungkan fakta menjadi bukti yang dapat dijadikan tuduhan.

"Saya kira jaksa pintar, tapi dia kelelahan untuk menghubungkan fakta untuk jadi bukti itu. Bukti untuk jadi tuduhan, di situ dia gagal saya kira. Saya lihat bahwa misalnya bagaimana misalnya menghubungkan antara satu kecemasan bahwa Saudara Nadiem kok membawa masuk tim khusus, bukankah itu fungsi dari kementerian?" kata Rocky.

"Sebetulnya seorang menteri kalau dia lihat kementeriannya bodoh, ya dia bawa yang pinter. Kan mudah saja, dan itu bukan kriminal. Jadi jaksa, saya sebut istilah tadi, kelelahan untuk mengubah chatting-an di WhatsApp menjadi what's wrong. Nah, itu dia gagalnya ya," imbuhnya.

Rocky Gerung menambahkan bahwa ia ingin menguji apakah persidangan ini dijalankan dengan nalar hukum yang bersih atau terdapat pengaruh politik dan kepentingan lain.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga