Sahroni Desak Polisi Bongkar Aktor Utama di Balik Ribuan Motor Bodong
Sahroni Desak Polisi Bongkar Aktor Utama Motor Bodong

Jakarta - Polda Metro Jaya membongkar gudang penampungan ribuan sepeda motor tanpa dokumen resmi atau bodong di Jakarta Selatan. Kendaraan tersebut diduga hasil kejahatan yang akan dikirim ke luar negeri. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan bahwa dalam operasi tersebut polisi mengamankan total 1.494 unit sepeda motor dari berbagai jenis dan merek.

Pengungkapan ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Ia meminta kepolisian tidak berhenti pada penyitaan, tetapi juga mengusut pola pencurian kendaraan bermotor yang terorganisir. "Saya minta Polda Metro Jaya tidak berhenti penyitaan ribuan motor bodong ini. Karena ini jelas menunjukkan kejahatan curanmor sudah berjalan secara terorganisir, tidak lagi individual. Artinya ada struktur, ada penadah besar, ada jalur distribusi, bahkan sampai ada mekanisme pengiriman ke luar negeri. Dan kalau skemanya sebesar ini, patut diduga ada oknum yang terlibat. Makanya harus diusut tuntas. Kan kasihan masyarakat yang jadi korban," ujar Sahroni pada Kamis (14/5).

Sahroni menegaskan perlunya pelacakan dan penjatuhan pidana kepada seluruh pihak yang terlibat. "Telusuri siapa yang mengatur, siapa yang membiayai, lewat perusahaan apa kendaraan ini rencananya dikirim, dan apakah ada yang membekingi. Kalau tidak diusut sampai ke akar, kasus seperti ini akan terus muncul lagi. Tapi saya yakin 100 persen Polda Metro Jaya punya kemampuan untuk membongkar jaringan besarnya," tegasnya.

Penggerebekan Gudang PT Indobike26

Polisi menggerebek gudang milik PT Indobike26 di Jakarta Selatan. Di dalamnya ditemukan ribuan motor hasil tindakan kejahatan yang siap dikirim ke luar negeri. Satu orang tersangka telah ditetapkan. Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Noor Maghantara mengungkap asal usul motor ilegal tersebut. "Awalnya ada kendaraan itu, si penadah itu menerima dari pengepul, pengepul ini ada yang dari dealer, kemudian ada yang dari perorangan," ujarnya pada Selasa (12/5/2026). "Asal usul kendaraannya sebagian diduga hasil dari pengalihan kendaraan yang memiliki jaminan fidusia," sambungnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Noor menyebut pihaknya masih mendalami apakah pemilik data kendaraan benar-benar mengajukan pembiayaan atau menjadi korban akses ilegal. "Masih pendalaman sumbernya apakah pemilik data tersebut langsung yang mengajukan pembiayaan atau ilegal akses sehingga data orang tersebut digunakan untuk pinjaman," jelasnya. Kondisi motor bervariasi, ada yang sudah dibongkar dan ada yang masih utuh. Tersangka diketahui meraup keuntungan hingga Rp26 miliar dari kegiatan ini.

Satu Tersangka dan Pengembangan Kasus

Polisi baru menetapkan satu tersangka berinisial WS yang berperan dari hulu ke hilir, mulai dari membeli, menampung, mengepul, hingga mengekspor motor. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyatakan, "Peran dari yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dari mulai beli, menampung, mengepul, sampai ekspor." Meski baru satu tersangka, polisi meyakini adanya pihak lain yang terlibat. Petugas masih mendalami 18 saksi yang terdiri dari admin dan karyawan gudang. "Saat ini memang kami baru menetapkan satu orang. Namun, tidak menutup kemungkinan terhadap jaringan yang lainnya, ini adalah bentuk jaringan sehingga kami terus melakukan pendalaman," ujar Iman.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga