Viral Dugaan Child Grooming Kepsek SMK di Tangsel, Pihak Sekolah Buka Suara
Viral Dugaan Child Grooming Kepsek SMK di Tangsel, Sekolah Buka Suara

Kepala Sekolah SMK Letris Indonesia Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), diduga melakukan tindakan child grooming terhadap sejumlah siswi selama bertahun-tahun. Kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial X dan disebut-sebut telah terjadi sejak 2018. Child grooming adalah tindakan manipulatif secara psikologis yang dilakukan orang dewasa terhadap anak atau remaja.

Kronologi Dugaan Child Grooming

Seorang pengguna X mengungkapkan bahwa guru tersebut sejak angkatan 2018 sering memanggil siswi dengan panggilan 'sayang'. Unggahan itu menuliskan, "Guru yang satu ini pun sejak angkatan aku. (2018) sering manggil siswi pakai 'sayang'. Kaya 'iya sayang' 'kenapa sayang'."

Pengguna X lainnya juga membagikan pengalaman saat berjabat tangan dengan kepala sekolah. Ia mengaku tangannya digenggam cukup lama dan mendapati oknum itu melihat ke arah area sensitif tubuhnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Respons Pihak Sekolah

Menanggapi isu yang beredar, pihak sekolah menyatakan saat ini tengah melakukan investigasi internal bersama yayasan. "Saat ini, pihak sekolah bersama dengan Yayasan sedang melakukan investigasi internal secara menyeluruh dan mendalam untuk memastikan fakta-fakta yang sebenarnya terjadi," ungkap akun resmi Instagram @letrispamulangofficial, Jumat (15/5/2026).

Pihak sekolah menyebut proses investigasi dilakukan secara mendalam dan menyeluruh. Selain itu, mereka juga mengaku telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah lanjutan. "Kami sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak berwenang serta internal yayasan dalam pengambilan kebijakan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku di institusi kami," tulis pernyataan tersebut.

Yayasan Nonaktifkan Kepala Sekolah

Pihak yayasan menyatakan terduga pelaku yang menjabat sebagai kepala sekolah telah dinonaktifkan sementara selama proses pemeriksaan berlangsung. "Demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi, saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya hingga proses pemeriksaan internal dinyatakan selesai sepenuhnya," tulis pernyataan yayasan.

Pembentukan Tim Khusus

Yayasan SMK Letris Indonesia Pamulang juga telah membentuk tim khusus untuk mendalami dugaan tersebut. Perlindungan terhadap siswa menjadi prioritas utama selama proses penanganan. "Kami berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini secara adil, tegas, dan sesuai dengan aturan hukum serta kode etik pendidikan yang berlaku," demikian pernyataan yayasan.

Penyelidikan Polisi

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawa membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan. "Lagi kita lidik. Dari hasil patroli siber kemarin dapet info tersebut, hari ini kita mulai lakukan penyelidikan," kata Kasatreskrim.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga