Banjir Jakarta Meluas: 168 RT Tergenang, Air Capai 1,5 Meter di Kampung Melayu
Banjir Jakarta: 168 RT Tergenang, Air 1,5 Meter di Kampung Melayu

Banjir Jakarta Meluas: 168 RT Tergenang, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter

Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan perkembangan terkini penanganan banjir di Ibu Kota. Pada sore hari ini, Jumat (20/2/2026), titik banjir telah bertambah signifikan menjadi 168 wilayah rukun tetangga (RT) yang tergenang air.

"BPBD mencatat saat ini terdapat 168 RT dan 7 ruas jalan yang mengalami genangan," ungkap Command Center BPBD DKI Jakarta dalam pernyataannya, Jumat (20/2/2026). Data tersebut diperbarui hingga pukul 16.00 WIB, menunjukkan persebaran banjir di empat wilayah administratif: Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.

Jakarta Selatan Paling Parah, Kampung Melayu Terendam Dalam

Dari total 168 RT yang terdampak, Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan titik banjir terbanyak, yakni 89 RT. Sementara itu, ketinggian banjir bervariasi di berbagai lokasi, dengan kondisi terparah terjadi di Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, di mana air mencapai ketinggian 1,5 meter.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah. Mereka berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan genangan serta memastikan saluran air berfungsi optimal bersama lurah dan camat setempat.

"Tim juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas banjir. Target kami adalah agar genangan dapat surut dalam waktu cepat," tambah pernyataan tersebut.

Rincian Titik Banjir di Seluruh Jakarta

Berikut adalah detail titik-titik banjir yang dilaporkan oleh BPBD DKI Jakarta per Jumat sore:

  • Jakarta Barat (33 RT): Terdampak di Kelurahan Kedaung Kali Angke (11 RT, tinggi 30-80 cm), Rawa Buaya (11 RT, 30-70 cm), Kebon Jeruk (1 RT, 40 cm), Kedoya Selatan (5 RT, 80 cm), Kembangan Selatan (3 RT, 40 cm), dan Kembangan Utara (2 RT, 40 cm). Penyebab utama adalah curah hujan tinggi dan luapan kali.
  • Jakarta Selatan (89 RT): Meliputi Kelurahan Cilandak Barat (1 RT, 30 cm), Pondok Labu (1 RT, 30 cm), Tanjung Barat (1 RT, 40 cm), Cipete Utara (3 RT, 60 cm), Petogogan (39 RT, 50-80 cm), Pondok Pinang (6 RT, 90 cm), Pela Mampang (2 RT, 30 cm), Rawajati (3 RT, 30 cm), Cilandak Timur (2 RT, 40-85 cm), Pejaten Timur (3 RT, 95 cm), Bintaro (8 RT, 40-70 cm), Pesanggrahan (9 RT, 30-60 cm), Petukangan Utara (10 RT, 100 cm), dan Ulujami (1 RT, 90 cm). Faktor pemicu adalah curah hujan tinggi dan luapan berbagai kali.
  • Jakarta Timur (45 RT): Terdampak di Kelurahan Kampung Melayu (16 RT, 110-150 cm), Bidara Cina (19 RT, 80-125 cm), Balekambang (1 RT, 80 cm), Cawang (7 RT, 40-80 cm), dan Cililitan (2 RT, 80 cm). Penyebab dominan adalah curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung.
  • Jakarta Utara (1 RT): Hanya Kelurahan Rorotan yang terdampak dengan 1 RT tergenang setinggi 50 cm akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Cakung Drain.

Jalan Tergenang dan Titik yang Sudah Surut

Selain RT, terdapat 7 ruas jalan yang juga tergenang, antara lain Jl. Pondok Karya di Jakarta Selatan (60 cm), Jl. Strategi Raya di Jakarta Barat (30 cm), dan Jl. Daan Mogot di Jakarta Barat (30-40 cm). Di sisi lain, beberapa titik telah berhasil ditangani dan genangannya surut, seperti di Kelurahan Lebak Bulus (2 RT), Pesanggrahan (2 RT), Cilandak Timur (1 RT), Kebayoran Lama Utara (1 RT), serta beberapa ruas jalan di Jakarta Selatan, Utara, dan Barat.

Banjir ini terjadi akibat intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, diperparah oleh luapan sungai dan kali di berbagai wilayah. BPBD terus memantau perkembangan dan mengupayakan normalisasi secepat mungkin.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga