Cak Imin Soroti Peningkatan Penduduk Rentan Miskin Akibat Krisis Global
Cak Imin: Penduduk Rentan Miskin Meningkat Akibat Krisis Global

Cak Imin Soroti Peningkatan Penduduk Rentan Miskin Akibat Krisis Global

Bogor - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, mengungkapkan bahwa jumlah penduduk rentan miskin di Indonesia semakin meningkat. Salah satu faktor utama yang disebutkan adalah dampak dari krisis ekonomi global yang sedang berlangsung.

Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya pada acara penandatanganan kesepakatan antara Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) dan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat di Sentul, Bogor, pada Kamis (9/4/2026). Cak Imin menegaskan bahwa amanat konstitusi adalah mewujudkan keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tekanan Ekonomi pada Kelompok Rentan dan Kelas Menengah

"Jumlah kelompok rentan masih sangat besar dan meningkat di tengah berbagai tantangan dan krisis, baik di tingkat nasional maupun global," ujar Cak Imin. Dia menambahkan bahwa penduduk rentan miskin saat ini juga naik karena faktor-faktor yang melingkupi, termasuk krisis ekonomi global dan berbagai tantangan lainnya yang dihadapi bangsa.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurutnya, negara terus berupaya untuk menjaga agar kelas menengah tidak turun kelas. Kelas menengah di Indonesia saat ini menghadapi tekanan ekonomi global yang signifikan. "Kelas menengah kita adalah kelas yang memiliki kerentanan akibat goncangan ekonomi yang bersumber dari berbagai masalah, baik nasional maupun di tingkat global," jelasnya.

Transformasi sebagai Solusi Jangka Panjang

Cak Imin menyatakan bahwa kerentanan yang terjadi saat ini bukan hanya disebabkan oleh faktor eksternal, tetapi juga karena pilihan agenda pembangunan beberapa puluh tahun terakhir. "Makanya Presiden Prabowo mengambil istilah transformasi. Transformasi artinya terjadi perubahan terus menerus tiada henti dengan berbagai pengalaman dan proses yang berlangsung untuk tidak mengulangi kegagalan di masa lampau," paparnya.

Dia menekankan bahwa berbagai program pembangunan dalam konstelasi geopolitik saat ini menuntut masyarakat untuk kembali kepada konstitusi, dengan cara berdiri kuat di atas kaki sendiri. "Itulah sebabnya sejak Pak Prabowo dilantik, Kabinet Merah Putih ini mengusung tema pemberdayaan sebagai bagian dari kesungguhan kita untuk terus tumbuh dan kuat secara mandiri," bebernya.

Krisis dan Upaya Pemberdayaan

Saat ini, Cak Imin mengungkapkan bahwa negara sedang mengalami krisis pangan, krisis energi, dan krisis sumber daya alam akibat salah kelola dalam pembangunan nasional. Namun, selama 1,5 tahun pemerintahan berjalan, dia menyebut Indonesia telah menjadi negara yang mandiri di bidang pangan.

"Dalam seluruh sejarah perjalanan bangsa, stok pangan nasional kita adalah stok pangan yang terbesar kali ini. Ini wujud bukti nyata bahwa pemberdayaan bisa dilakukan dalam waktu singkat apabila kita semua memenuhi syarat-syarat yang dibutuhkan untuk melakukan transformasi," sebutnya.

Target Pengentasan Kemiskinan dan Kolaborasi

Menurut Cak Imin, kolaborasi masyarakat sangat diperlukan untuk mengakhiri kemiskinan. Dia menargetkan kemiskinan ekstrem tahun ini bisa mencapai angka 0% dari hampir 3 juta data yang ada. "Kemiskinan relatif yang terus kita kerjakan untuk kita atasi tahun 2029 tidak boleh lebih dari 5%, maksimal 5%," tegasnya.

Pendekatan penanggulangan kemiskinan akan terus diperbaiki dengan berbagai pola dan strategi yang terintegrasi dan kolaboratif. "Saya mengajak IKA alumni beserta seluruh alumninya untuk benar-benar menjadi bagian kolaborasi produktif untuk menghasilkan Indonesia yang maju dan sejahtera," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga