Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, secara langsung menerima aspirasi dari mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anak Buruh Jilid II saat mereka menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Kalteng pada Senin, 11 Mei 2026. Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan perlindungan hak-hak buruh dan kondisi sosial masyarakat di daerah.
Komitmen Gubernur untuk Menindaklanjuti Aspirasi
Menanggapi tuntutan tersebut, Agustiar menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti berbagai rekomendasi kebijakan yang disampaikan oleh massa aksi. Komitmen ini juga ditunjukkan secara simbolis melalui penandatanganan di punggung gubernur oleh perwakilan mahasiswa. Agustiar menegaskan bahwa pemerintah menghormati penyampaian aspirasi mahasiswa sebagai bagian penting dari proses demokrasi yang harus dijaga bersama. Menurutnya, suara mahasiswa merupakan masukan berharga bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan.
"Ini anak-anak kami juga, tentu harus kita hargai. Apa yang mereka sampaikan tadi memang bagian dari demokrasi," ujarnya pada Rabu, 13 Mei 2026.
Proses Kajian dan Penyesuaian Regulasi
Ketua Dewan Adat Dayak itu menambahkan bahwa seluruh rekomendasi yang diterima harus melalui proses kajian serta penyesuaian dengan regulasi yang berlaku. Ia menyebutkan bahwa tidak semua usulan dapat langsung diterapkan dalam waktu singkat karena pemerintah harus mempertimbangkan regulasi serta kewenangan yang dimiliki daerah.
"Semua ada prosesnya. Nanti akan kami pelajari dan tindak lanjuti sesuai aturan yang berlaku," katanya.
Meskipun demikian, Agustiar memastikan bahwa pemerintah akan mengakomodasi poin-poin rekomendasi yang dinilai relevan dan memungkinkan untuk dijalankan di daerah. "Kami tentu melihat mana yang sesuai dengan kondisi dan aturan di Indonesia. Kalau ada yang di luar kewenangan daerah atau tidak sesuai regulasi, tentu tidak bisa langsung diterapkan," tambahnya.
Harapan dari Aliansi Mahasiswa Anak Buruh
Sementara itu, Koordinator Aksi Aliansi Anak Buruh, Bintang, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal rekomendasi yang telah diserahkan kepada pemerintah daerah. Ia berharap aspirasi yang disampaikan mahasiswa tidak hanya diterima secara simbolis, tetapi benar-benar diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dan pekerja.
"Kami berharap seluruh rekomendasi yang sudah disampaikan bisa direalisasikan dan benar-benar diperhatikan pemerintah," tandasnya.



