Hari Kebangkitan Nasional: Wamen Fajar, Semangat Jadi Ruh Kebijakan
Hari Kebangkitan Nasional: Semangat Jadi Ruh Kebijakan

Wakil Menteri Pendidikan, Fajar, menegaskan bahwa semangat Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi ruh dalam setiap kebijakan pendidikan. Pernyataan ini disampaikan dalam acara peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang digelar di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Semangat Kebangkitan Nasional dalam Pendidikan

Menurut Wamen Fajar, semangat kebangkitan yang diteladani dari para pendahulu bangsa harus terus dihidupkan dalam dunia pendidikan. "Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk merefleksikan bagaimana semangat persatuan dan perjuangan dapat diimplementasikan dalam kebijakan pendidikan yang berpihak pada rakyat," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun karakter bangsa yang tangguh dan berdaya saing. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang diambil harus berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kebijakan Berbasis Semangat Kebangkitan

Wamen Fajar menyoroti beberapa kebijakan yang telah dan akan dijalankan, seperti penguatan kurikulum merdeka, peningkatan kompetensi guru, serta perluasan akses pendidikan di daerah terpencil. "Semua ini adalah wujud nyata dari semangat kebangkitan yang kita rayakan hari ini," tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita bangsa melalui pendidikan yang berkualitas dan merata.

Refleksi dan Harapan

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini mengusung tema "Bangkit untuk Indonesia Maju". Wamen Fajar berharap semangat ini dapat terus menginspirasi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

"Kebangkitan nasional adalah milik kita semua. Mari kita jaga dan isi dengan karya nyata," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga