KDM Tekankan Kolaborasi untuk Benahi Masalah Perkotaan di Bandung
KDM Tekankan Kolaborasi Benahi Masalah Perkotaan Bandung

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung dalam membenahi berbagai persoalan perkotaan. Tujuannya untuk mengembalikan karisma Bandung sebagai ibu kota provinsi.

Gotong Royong Bangun Kota

Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu mengatakan upaya penataan kota tidak bisa berjalan sendiri. Semua harus dilakukan secara gotong royong antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, hingga masyarakat.

"Terima kasih kepada ASN Pemprov Jabar dan ASN Kota Bandung yang terus bahu-membahu membersihkan lingkungannya masing-masing. Minimal satu kilometer menuju kantor harus dalam kondisi bersih, tertata, indah, dan berestetika," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (24/4/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat yang turut terlibat dalam pemulihan wajah Kota Bandung. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi fondasi penting untuk mengembalikan karakter Bandung sebagai kota yang berwibawa, modern, dan berorientasi pada masa depan.

Masalah Sampah dan Infrastruktur

Meski demikian, Dedi menegaskan masih terdapat sejumlah persoalan krusial yang harus ditangani bersama. Salah satunya adalah sampah yang masih menumpuk di sejumlah titik.

"Kita harus pastikan tidak ada lagi tumpukan sampah di sudut-sudut kota. Ini harus ditangani bersama," katanya.

Dalam konteks tersebut, Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung akan mengoptimalkan peran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti serta mendorong pengembangannya menjadi fasilitas pengolahan sampah berbasis energi.

Selain pengelolaan sampah, kolaborasi juga diarahkan untuk memperkuat infrastruktur dasar perkotaan. Dedi menekankan pentingnya optimalisasi penerangan jalan umum (PJU), integrasi sistem CCTV, serta perbaikan drainase guna mencegah banjir.

"PJU tidak boleh ada yang mati. Semua harus terang. CCTV juga harus terintegrasi dengan baik antara provinsi dan kota," tegasnya.

Penanganan Kemacetan

Penanganan kemacetan juga menjadi bagian dari agenda bersama. Pemprov Jabar mendorong pengembangan transportasi publik terintegrasi di kawasan Bandung Raya, termasuk pembangunan infrastruktur seperti underpass dan flyover.

Selain itu, sistem lampu lalu lintas akan diarahkan menggunakan teknologi digital yang adaptif terhadap volume kendaraan di lapangan.

"Lampu lalu lintas harus bisa menyesuaikan dengan kondisi kendaraan, sehingga lebih efektif mengurai kemacetan," ujarnya.

Penataan Wajah Kota

Dedi menegaskan, kolaborasi ini tidak hanya menyasar aspek teknis, tetapi juga penataan wajah kota secara menyeluruh agar lebih rapi dan menarik, terutama sebagai destinasi wisata unggulan.

Ia pun mengapresiasi sinergi yang selama ini sudah berjalan antara Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung dalam memperbaiki kota.

"Terima kasih kepada Wali Kota Bandung yang setiap hari bahu-membahu dengan Pemprov Jabar untuk mengembalikan kharisma, wibawa, dan keanggunan Kota Bandung," tutupnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga