Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus di Lebanon, Umat Kristen AS Marah
Israel Hancur Patung Yesus di Lebanon, Umat Kristen AS Geram

Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus di Lebanon, Umat Kristen AS Marah

Sebuah foto yang menunjukkan seorang prajurit Israel menggunakan godam untuk menghancurkan wajah patung Yesus Kristus di Lebanon selatan telah memicu gelombang kecaman internasional. Insiden ini terjadi pada April 2026 di wilayah Debel, sebuah desa di Lebanon selatan yang masih dihuni penduduk selama konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah.

Reaksi Resmi dan Permintaan Maaf

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengungkapkan keterkejutan dan kesedihannya atas kejadian tersebut. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, secara resmi meminta maaf kepada umat Kristen yang merasa tersingkat. Militer Israel (IDF) mengonfirmasi keaslian foto yang beredar di media sosial dan menyatakan bahwa insiden ini ditangani dengan sangat serius. Mereka berjanji akan mengambil langkah-langkah yang tepat terhadap prajurit yang terlibat dan bekerja sama dengan komunitas Kristen untuk memulihkan patung tersebut.

Kecaman dari Pemimpin Agama dan Masyarakat

Kepala jemaat Debel, Pastor Fadi Flaifel, dengan tegas menolak penodaan terhadap salib dan simbol keagamaan lainnya. Ia menegaskan bahwa tindakan ini bertentangan dengan deklarasi hak asasi manusia dan tidak mencerminkan peradaban. Pastor Flaifel juga mengklaim bahwa insiden serupa pernah terjadi sebelumnya, menunjukkan pola yang mengkhawatirkan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak pada Hubungan Internasional

Insiden ini memperburuk pandangan publik terhadap Israel, terutama di Amerika Serikat. Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, yang juga seorang pendeta Kristen Protestan, menyerukan konsekuensi yang cepat dan berat melalui platform media sosial X. Komentator sayap kanan AS, seperti Matt Gaetz dan Marjorie Taylor Greene, juga mengutuk tindakan tersebut, dengan Greene menyoroti dukungan finansial AS kepada Israel.

Survei terbaru dari Pew Research Center menunjukkan bahwa 60% orang dewasa AS memiliki pandangan negatif terhadap Israel, meningkat dari 53% tahun lalu. Tren ini diperparah oleh insiden-insiden lain, seperti pembatasan terhadap pemimpin Katolik di Yerusalem bulan lalu, yang dikritik Huckabee sebagai tindakan yang sulit dipahami.

Konteks Konflik yang Berkelanjutan

Insiden ini terjadi dalam konteks pendudukan militer Israel di Lebanon selatan pasca-gencatan senjata yang berlaku pada 17 April 2026. Gencatan senjata mengakhiri enam pekan pertempuran antara Israel dan Hizbullah, meski kedua pihak masih saling menuduh pelanggaran. Operasi militer Israel di Lebanon telah menyebabkan lebih dari satu juta pengungsi dan lebih dari 2.290 korban jiwa, termasuk banyak anak-anak dan tenaga kesehatan.

Laporan tentang Permusuhan Terbuka

Laporan tahun 2025 oleh Rossing Center di Yerusalem mencatat lonjakan permusuhan terbuka terhadap Kekristenan, yang dikaitkan dengan polarisasi politik dan tren ultra-nasionalis. Namun, pejabat Israel membantah penilaian ini, dengan Netanyahu menekankan bahwa populasi Kristen di Israel berkembang dan menikmati kebebasan beribadah yang tidak ditemukan di negara lain di Timur Tengah.

Insiden penghancuran patung Yesus ini menyoroti ketegangan yang mendalam dalam konflik regional dan dampaknya pada hubungan antar-agama. Tindakan militer Israel terus menjadi sorotan global, dengan konsekuensi yang mungkin mempengaruhi dukungan internasional di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga