Kementerian Sosial (Kemensos) tengah mempersiapkan skema transisi pengelolaan penyediaan makanan bagi siswa Sekolah Rakyat. Rencananya, setiap gedung permanen Sekolah Rakyat akan memiliki dapur mandiri yang beroperasi untuk menyediakan makanan bagi para murid.
Pernyataan Wamensos
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Rapat Koordinasi Gugus Tugas Pengendalian Operasional Sekolah Rakyat di Sentra Inten Soeweno, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (6/5/2026). Pertemuan ini membahas Monitoring dan Evaluasi Kinerja Tenaga Kependidikan Juru Masak dan Disiplin ASN pada Sekolah Rakyat.
“Ke depan, begitu tahun ajaran baru sudah dimulai, kita harus masak menggunakan dapur-dapur yang sudah ada di Sekolah Rakyat,” kata Agus Jabo dalam keterangan tertulis.
Saat ini, penyediaan makanan bagi murid-murid Sekolah Rakyat di lokasi rintisan masih menggunakan sistem katering. Agus Jabo menjelaskan bahwa pihaknya sedang menyiapkan regulasi dan skema transisi secara bertahap dari sistem katering ke dapur mandiri.
Proses Transisi yang Hati-hati
Agus Jabo menekankan agar proses persiapan dilakukan secara matang dan hati-hati. “Transisi dari sistem katering menuju pengelolaan dapur mandiri harus dilaksanakan secara hati-hati dan terencana,” ujarnya.
Ia menyebut pihaknya akan mengidentifikasi sekolah mana saja yang sudah menerima peralatan masak dan merekrut juru masak. “Ini penting, jadi rekomendasinya yang perlu kita persiapkan adalah identifikasi. Identifikasi sekolah-sekolah rakyat yang sekarang ini sudah menerima peralatan dan sudah rekrutmen juru masak,” tuturnya.
Kualitas dan Keamanan Makanan
Agus Jabo juga menyampaikan bahwa layanan permakanan ini berkaitan langsung dengan kesehatan para peserta didik di Sekolah Rakyat. Oleh karena itu, ia menegaskan agar tidak boleh ada kompromi terhadap kualitas, keamanan, dan integritas dalam penyediaan makanan bagi murid-murid.
“Jadi kualitasnya kalau bisa dinaikkan. Kenapa? Karena ini ada di rumahnya sendiri (dapur mandiri Sekolah Rakyat), peralatannya punya sendiri. Kemarin kan diurus oleh orang lain (katering), ini sudah punya kita sendiri. Jadi tidak boleh ada kompromi terhadap kualitas,” ujar Agus Jabo.
“Jadi yang sangat penting masalah gizi sama keamanan makanan itu. Proses pengolahan yang higienis, aman, dan kesesuaian dengan prinsip gizi seimbang,” tutupnya.
Peserta Rapat
Turut hadir dalam rapat ini Plt Irjen Kemensos sekaligus Ketua Gugus Tugas Dody Sukmono, Staf Ahli Menteri Bidang Aksesibilitas Sosial Abdul Muis, dan para pejabat di lingkungan Kemensos.



