Pencapaian Satu Tahun Pramono Anung: 21 Ruang Terbuka Hijau Baru Dibangun di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno telah memaparkan berbagai pencapaian signifikan selama satu tahun pertama kepemimpinan mereka. Dalam acara bertajuk 'Satu Tahun Membangun Jakarta Dari Bawah' yang digelar di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, pada Jumat (20/2/2026), Pramono dengan bangga mengumumkan bahwa sebanyak 21 ruang terbuka hijau baru berukuran besar telah berhasil diselesaikan.
Ekspansi Ruang Hijau dan Fasilitas Publik
Pramono menekankan bahwa selain 21 RTH besar, masih banyak ruang hijau kecil yang juga telah dibangun, seperti Taman Bendera Pusaka yang merupakan gabungan dari beberapa area hijau. Taman ini sendiri memiliki luas mencapai 5,6 hektare dan dilengkapi dengan jogging track sepanjang 1,2 kilometer, yang diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi warga Jakarta.
Lebih lanjut, Pramono berkomitmen untuk melanjutkan program-program yang belum tuntas dari kepemimpinan sebelumnya. "Saya dan Bang Dul berulang kali menyampaikan kami akan menyelesaikan program-program yang belum terselesaikan oleh gubernur-gubernur sebelumnya," ujarnya.
Pembangunan Kesehatan dan Kebijakan Sosial
Di sektor kesehatan, Pramono mengungkapkan rencana pembangunan dua rumah sakit baru, yaitu Rumah Sakit Royal Batavia di Cakung dan rumah sakit di lahan Sumber Waras. Saat ini, Jakarta telah memiliki infrastruktur kesehatan yang cukup lengkap, dengan 31 rumah sakit, 44 puskesmas kecamatan, dan 292 puskesmas pembantu tingkat kelurahan.
Selain itu, Jakarta juga menjadi provinsi pertama di Indonesia yang secara resmi melarang konsumsi daging anjing dan kucing. Kebijakan ini dianggap sebagai langkah pionir dalam perlindungan hewan, mengingat sebagian besar provinsi lain belum memiliki regulasi serupa.
Promosi Kerukunan dan Keberagaman
Pramono juga menyoroti upaya pemerintah DKI dalam menghidupkan keberagaman dan kerukunan di ibu kota. Contoh nyata yang disebutkan termasuk acara 'Jakarta Bersalawat' yang mengizinkan komunitas seperti Jakmania dan masyarakat Madura untuk melakukan solawatan di Ancol. "Saya sekarang sudah menggagas bahwa akan ada haul untuk ulama-ulama besar Betawi yang kita adakan di Ancol," jelasnya, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan pemerintah terhadap ulama setempat.
Pada momen Natal tahun lalu, Jakarta juga menggelar Christmas Carol Kolosal di Bundaran HI dengan melibatkan 1.500 peserta, sebuah acara yang berjalan lancar dan penuh khidmat. Perayaan Imlek yang berdekatan dengan Ramadan juga berlangsung dengan baik, menunjukkan harmonisasi antarumat beragama di kota metropolitan ini.
Dengan berbagai pencapaian ini, Pramono menyatakan kebahagiaannya atas kemajuan Jakarta dalam membangun dari bawah dan memberikan contoh positif bagi provinsi lain di Indonesia.



