Program SMK Go Global yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menargetkan penempatan sebanyak 80.000 pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri pada tahun 2026. Target ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kancah internasional.
Langkah Strategis SMK Go Global
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati, mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk menempatkan lulusan SMK di luar negeri, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan yang layak. "Kami berkomitmen untuk menyiapkan lulusan SMK yang kompeten dan siap bersaing di pasar global," ujar Kiki dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (25/4/2026).
Program SMK Go Global telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara tujuan, seperti Jepang, Jerman, Korea Selatan, dan Australia. Sektor yang menjadi fokus utama meliputi perawatan lansia, perhotelan, manufaktur, dan teknologi informasi. Setiap calon pekerja migran akan melalui pelatihan intensif selama enam bulan, termasuk pembelajaran bahasa dan budaya negara tujuan.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Kemendikbudristek bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), serta asosiasi industri untuk memastikan proses penempatan berjalan lancar. Selain itu, pemerintah juga memberikan fasilitas berupa subsidi biaya pelatihan dan akomodasi bagi peserta dari keluarga kurang mampu.
"Kami ingin memastikan bahwa lulusan SMK tidak hanya bekerja di luar negeri, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga yang dapat meningkatkan karier mereka di masa depan," tambah Kiki.
Prospek dan Tantangan
Target 80.000 pekerja migran ini dinilai ambisius namun realistis mengingat tingginya permintaan tenaga kerja terampil dari negara maju. Namun, tantangan seperti kendala bahasa, adaptasi budaya, dan potensi eksploitasi tetap menjadi perhatian serius. Pemerintah berjanji akan memberikan pendampingan dan perlindungan hukum bagi seluruh peserta program.
Hingga April 2026, sebanyak 12.000 lulusan SMK telah berhasil ditempatkan di berbagai negara melalui program ini. Dengan adanya target baru, diharapkan semakin banyak lulusan SMK yang dapat meraih kesempatan emas untuk bekerja di luar negeri.



