Jakarta - Negosiasi perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang sempat terhenti kini kembali menemukan titik terang. Iran telah mengirimkan proposal terbaru kepada AS melalui mediator Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan.
Proposal Terbaru Iran
Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa Republik Islam Iran menyampaikan teks proposal negosiasi terbarunya kepada Pakistan pada Kamis malam. Pakistan bertindak sebagai mediator dalam pembicaraan dengan AS. Hingga saat ini, poin-poin yang dimasukkan Iran dalam proposal tersebut belum diketahui secara pasti. Pihak AS juga belum memberikan tanggapan resmi.
Latar Belakang Negosiasi
Iran dan AS sebelumnya sempat mengadakan satu putaran pembicaraan di tengah gencatan senjata setelah hampir 40 hari perang yang meletus pada 28 Februari. Pembicaraan kemudian terhenti setelah AS memberlakukan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan Iran. Sejak awal perang, Iran bersikukuh menutup Selat Hormuz dan hanya mengizinkan sedikit kapal melewati jalur air tersebut.
Pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan panggilan telepon dengan rekan-rekannya dari Arab Saudi, Qatar, Turki, Irak, dan Azerbaijan. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa isi telepon tersebut membahas inisiatif terbaru Republik Islam untuk mengakhiri perang.
Pandangan Pemerintahan Trump
Sementara itu, pemerintahan Donald Trump mengklaim bahwa perang dengan Iran telah berakhir karena gencatan senjata yang dimulai pada awal April. Klaim ini diinterpretasikan Gedung Putih untuk menghindari kebutuhan meminta persetujuan Kongres. Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam kesaksiannya di Senat menyatakan bahwa gencatan senjata secara efektif menghentikan perang.
Berdasarkan alasan tersebut, pemerintahan Trump dianggap belum memenuhi persyaratan yang diamanatkan oleh undang-undang tahun 1973 untuk meminta persetujuan resmi dari Kongres bagi tindakan militer yang berlangsung lebih dari 60 hari. Seorang pejabat senior pemerintahan yang berbicara secara anonim mengatakan bahwa permusuhan yang dimulai pada 28 Februari telah berakhir. Pejabat itu menambahkan bahwa militer AS dan Iran belum saling baku tembak sejak gencatan senjata dua minggu yang dimulai pada 7 April.
Pendapat serupa juga disampaikan pejabat senior pemerintahan Trump kepada AFP. Mereka berpendapat bahwa batas waktu 60 hari untuk meminta otorisasi secara efektif dihentikan sementara oleh gencatan senjata yang diumumkan bulan lalu. Untuk tujuan Resolusi Kekuatan Perang, permusuhan yang dimulai pada 28 Februari telah berakhir, demikian pernyataan pejabat tersebut.



