Iran Klaim Menang Perang, Paksa AS Terima Rencana 10 Poin untuk Damai
Iran Klaim Menang Perang, Paksa AS Terima Rencana 10 Poin

Iran Klaim Kemenangan Perang dan Paksa AS Terima Rencana 10 Poin untuk Damai

Dewan Keamanan Tertinggi Iran telah merespons secara tegas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penangguhan serangan selama dua minggu ke negara tersebut. Dalam pernyataan resmi yang dilaporkan oleh media pemerintah Iran, dewan tersebut dengan lantang mengklaim bahwa Iran telah meraih kemenangan signifikan melawan Amerika Serikat dan Israel.

Rencana 10 Poin dan Kesepakatan Prinsip dengan AS

Berdasarkan laporan dari CNN dan Al Jazeera, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa mereka berhasil memaksa Amerika Serikat untuk menerima rencana 10 poin yang diajukan oleh Iran. Sebagai bagian dari rencana tersebut, AS pada prinsipnya telah menyetujui untuk mencabut semua sanksi primer dan sekunder yang selama ini memberatkan Iran. Selain itu, Amerika Serikat juga diharuskan menarik pasukan tempurnya dari semua pangkalan militer di kawasan Timur Tengah.

Lebih lanjut, dewan tersebut mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah setuju untuk menerima program pengayaan nuklir Iran dan mengakui kendali berkelanjutan Iran atas Selat Hormuz. Pengoperasian terkontrol melalui jalur air strategis ini akan dilakukan dalam koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran, menegaskan dominasi Teheran di wilayah tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Seruan Persatuan dan Persiapan Negosiasi

Dewan Keamanan Iran juga mengimbau warganya untuk menjaga persatuan nasional dan melanjutkan perayaan kemenangan dengan penuh semangat. Penting untuk menjaga persatuan nasional sepenuhnya selama periode ini dan melanjutkan perayaan kemenangan dengan penuh semangat, tegas pernyataan resmi tersebut.

Negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat rencananya akan dimulai di Islamabad, Pakistan. Iran menyatakan akan meluangkan waktu dua minggu untuk proses negosiasi ini, dengan kemungkinan perpanjangan jika disetujui kedua belah pihak. Negosiasi ini akan dimulai di Islamabad dengan ketidakpercayaan penuh terhadap pihak Amerika, ungkap dewan tersebut, menunjukkan sikap waspada Iran.

Kesiapan Iran dan Pernyataan Trump

Iran pun menegaskan kesiapannya untuk membalas dengan kekuatan penuh jika musuh melakukan kesalahan sekecil apa pun. Tangan kita berada di pelatuk, dan begitu musuh melakukan kesalahan sekecil apa pun, kita akan membalasnya dengan kekuatan penuh, peringatan yang disampaikan dengan nada tegas.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengumumkan penangguhan serangan ke Iran selama dua minggu, dengan syarat Iran membuka Selat Hormuz. Dalam pernyataan yang diunggah di akun X Gedung Putih, Trump menyatakan optimisme bahwa kesepakatan damai jangka panjang dengan Iran akan tercapai. Sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah, jelas Trump, yang juga mengakui penerimaan proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar negosiasi.

Iran merespons dengan kesediaan membuka Selat Hormuz selama dua minggu masa gencatan senjata, dengan koordinasi ketat dari Angkatan Bersenjata Iran. Langkah ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dan membuka jalan bagi dialog lebih lanjut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga