Iran Tegaskan Penolakan Gencatan Senjata 45 Hari, Fokus pada Pengakhiran Perang Permanen
Pemerintah Iran secara resmi menolak usulan gencatan senjata selama 45 hari yang diajukan dalam perundingan perdamaian. Teheran menegaskan bahwa mereka hanya menginginkan pengakhiran konflik secara permanen dengan jaminan keamanan yang kuat.
Tanggapan Resmi Disampaikan Melalui Pakistan sebagai Mediator
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan bahwa tanggapan resmi penolakan tersebut telah disampaikan melalui Pakistan. Negara tersebut berperan sebagai mediator utama dalam perundingan yang sedang berlangsung untuk menyelesaikan konflik.
Bersamaan dengan penolakan terhadap gencatan senjata sementara, Iran juga mengajukan rencana 10 poin sebagai solusi komprehensif untuk mengakhiri pertempuran. Rencana ini dirancang untuk menciptakan kondisi perdamaian yang berkelanjutan dan mencegah terjadinya serangan kembali di masa depan.
Pernyataan Resmi dari Diplomat Iran di Kairo
Mojtaba Ferdousi Pour, kepala misi diplomatik Iran di Kairo, memberikan pernyataan tegas pada Senin (6/4/2026). "Kami hanya menerima pengakhiran perang dengan jaminan bahwa kami tidak akan diserang lagi," ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan posisi Iran yang tidak mau berkompromi dengan solusi sementara. Pemerintah Iran menekankan bahwa jaminan keamanan merupakan syarat mutlak untuk mencapai kesepakatan perdamaian yang permanen dan stabil.
Langkah ini menunjukkan komitmen Iran untuk mencari penyelesaian konflik yang mendasar dan berjangka panjang, daripada sekadar menghentikan pertempuran untuk sementara waktu. Peran Pakistan sebagai mediator terus diharapkan dapat memfasilitasi dialog menuju resolusi yang diterima semua pihak.



