Konflik AS-Israel vs Iran Ganggu Pelayaran di Selat Hormuz
Konflik AS-Israel vs Iran Ganggu Selat Hormuz

Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat tajam setelah pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada 28 Februari 2026. Konflik ini berdampak langsung pada lalu lintas pelayaran global, khususnya di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia biasanya melewati jalur sempit ini.

Di tengah konflik, Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran. Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk menekan Iran. Sementara itu, Iran sempat mencabut lalu kembali menerapkan pembatasan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kondisi ini membuat pergerakan kapal tanker menjadi sorotan internasional.

Dampak pada Pasar Energi Global

Gangguan di Selat Hormuz berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia. Negara-negara pengimpor minyak mulai mencari jalur alternatif, meskipun biaya logistik diperkirakan meningkat. Analis memperkirakan bahwa ketidakstabilan ini dapat berlangsung selama konflik berlanjut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Respons Internasional

Beberapa negara menyerukan de-eskalasi dan perlindungan terhadap kebebasan navigasi. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan mengadakan sidang darurat untuk membahas situasi di Teluk Persia. Sementara itu, perusahaan pelayaran mulai mengalihkan rute kapal mereka untuk menghindari zona konflik.

Ketegangan ini mengingatkan pada krisis sebelumnya di Selat Hormuz, namun kali ini skalanya lebih besar karena melibatkan kekuatan militer utama dunia. Masyarakat internasional menanti langkah selanjutnya dari kedua belah pihak.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga