Trump Ancam Bom Pembangkit Listrik Iran, Warga Diminta Bentuk Rantai Manusia
Presiden Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan ancamannya terhadap Iran dengan mengancam akan mengebom pembangkit listrik dan jembatan di negara tersebut. Ancaman ini muncul seiring semakin dekatnya tenggat waktu ultimatum untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara.
Seruan Otoritas Iran untuk Bentuk Rantai Manusia
Menanggapi ancaman tersebut, otoritas Iran melalui Kementerian Olahraga dan Pemuda menyerukan kepada kaum muda, termasuk atlet, seniman, dan mahasiswa, untuk membentuk perisai simbolis berupa "rantai manusia" di sekitar pembangkit listrik utama. Seruan ini dilaporkan oleh media NDTV pada Selasa, 7 April 2026.
Wakil Menteri Urusan Pemuda Iran, Alireza Rahimi, dalam pesan video menyatakan bahwa aksi ini diusulkan oleh para pemuda sendiri. "Sejumlah pemuda universitas, seniman muda, dan organisasi-organisasi pemuda mengusulkan agar kita membentuk lingkaran manusia atau rantai manusia di sekitar pembangkit listrik milik negara," ujarnya.
Jadwal dan Tenggat Waktu yang Mendesak
Kementerian Olahraga dan Pemuda Iran meminta kaum muda berkumpul di sekitar lokasi pembangkit listrik mulai Selasa siang, pukul 14.00 waktu setempat. Ini berarti sekitar 13 jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Trump bagi Iran untuk menyetujui kesepakatan gencatan senjata.
Trump sebelumnya menetapkan tenggat waktu pada Selasa malam, sekitar pukul 20.00 Eastern Time AS, yang jatuh pada Rabu dini hari, sekitar pukul 03.30 waktu Iran. Dia menuntut Teheran melepaskan senjata nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz sebagai syarat gencatan senjata.
Makna Simbolis Rantai Manusia
Rahimi menyebut aksi rantai manusia ini sebagai "aksi simbolis" yang dinamai "Rantai Manusia Pemuda Iran untuk Masa Depan yang Cerah." Dia berharap partisipasi kaum muda di seluruh Iran akan membentuk rantai manusia di sekitar pembangkit-pembangkit listrik.
"Hal itu akan menjadi tanda komitmen kaum muda untuk melindungi infrastruktur negara dan membangun masa depan yang cerah," tegas Rahimi dalam pesan videonya. Aksi ini bertujuan menunjukkan solidaritas dan perlawanan damai terhadap ancaman serangan dari AS.
Latar Belakang Ketegangan AS-Iran
Ketegangan antara AS dan Iran telah memanas dalam beberapa waktu terakhir, dengan Trump sebelumnya mengancam bisa menghancurkan Iran dalam semalam jika tuntutannya tidak dipenuhi. Iran sendiri telah menepis ancaman Trump soal serangan infrastruktur dengan menyebutnya sebagai "delusional" atau khayalan.
Ultimatum Trump ini merupakan bagian dari upaya untuk memaksa Iran menyetujui kesepakatan gencatan senjata yang juga melibatkan Israel. Namun, Iran telah menolak usulan gencatan senjata dengan AS-Israel, memperlihatkan jalan buntu dalam diplomasi antara kedua negara.
Dengan ancaman bom pembangkit listrik yang semakin nyata, respons simbolis dari warga Iran melalui rantai manusia ini menjadi upaya untuk menunjukkan ketahanan dan perlindungan terhadap aset-aset vital negara di tengah eskalasi konflik yang mengkhawatirkan.



