Trump Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan China untuk Selesaikan Perang Iran
Trump: AS Tak Butuh Bantuan China untuk Perang Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pada hari Selasa bahwa ia tidak mengharapkan bantuan China untuk mengakhiri perang di Iran. Pernyataan ini disampaikan Trump di Washington sebelum ia bertolak ke Beijing.

Pernyataan Trump Soal Iran

Menurut laporan Al Jazeera, Kamis (14/5/2026), perang Iran diperkirakan akan menjadi topik utama dalam pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping selama dua hari ke depan. Namun, Trump meremehkan peran potensial Beijing dalam menyelesaikan konflik yang telah mengganggu lalu lintas di jalur air utama yang biasanya membawa sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

"Saya rasa kita tidak membutuhkan bantuan apa pun dengan Iran. Kita akan memenangkannya dengan satu atau lain cara, secara damai atau sebaliknya," kata Trump kepada wartawan di Washington.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Hubungan Iran-China

Sementara itu, pertemuan puncak antara Trump dan Xi tidak dipandang sebagai masalah di Iran. "Sebaliknya, orang-orang mengatakan ini adalah masalah bilateral yang tidak akan memengaruhi hubungan yang kuat antara Iran dan China," kata Almigdad Alruhaid dari Al Jazeera, melaporkan dari Teheran.

"Hubungan ini sangat kuat, strategis, independen, dan merupakan kemitraan jangka panjang. Kami tahu ada perjanjian 25 tahun pada tahun 2020 tentang politik, ekonomi, budaya, dan hal-hal lain di kawasan Timur Tengah ini."

Kunjungan Trump ke Beijing

Sebelumnya, Trump tiba di Beijing untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) bersama Presiden China Xi Jinping. Acara ini digelar dengan tujuan meredakan ketegangan mendalam antara dua negara adidaya tersebut.

Dilansir AFP, Trump tiba di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing menggunakan Air Force One pada Rabu (13/5/2026) waktu setempat. Sambil mengepalkan tangan, Trump turun dari tangga pesawat.

Ini merupakan kunjungan pertamanya ke China sejak 2017 dan menjadi kunjungan presiden AS pertama ke Negeri Tirai Bambu dalam hampir satu dekade. Turut mendampingi Trump dalam lawatan tersebut yakni bos Tesla Elon Musk serta CEO Nvidia Jensen Huang.

Kehadiran keduanya dinilai menjadi simbol kuat dari potensi kesepakatan bisnis antara dua negara dengan ekonomi terbesar dunia. Trump disambut dengan seikat bunga dan berjalan di atas karpet merah yang dipenuhi sekitar 300 pemuda China berseragam putih.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga