GAZA, KOMPAS.com - Hamas mempertanyakan sikap diam Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan rencana penguasaan hingga 70 persen wilayah Jalur Gaza. Juru bicara Hamas, Hazem Qasim, menilai tidak adanya kecaman dari badan tersebut menunjukkan pembiaran terhadap kebijakan ekspansionis Israel di Gaza.
Pernyataan Hamas
“Hamas mengecam sikap diam Board of Peace terhadap pengumuman Netanyahu untuk mengambil alih sekitar 70 persen Jalur Gaza,” kata Qasim, dikutip Al Jazeera, Jumat (29/5/2026). Menurut Qasim, rencana Israel itu jelas melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati Israel dan Hamas.
Pelanggaran Gencatan Senjata
Qasim menegaskan bahwa pengumuman Netanyahu merupakan pelanggaran serius terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah ditandatangani kedua belah pihak. Ia mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil tindakan agar rencana tersebut tidak dilaksanakan. Hamas juga meminta Board of Peace untuk tidak tinggal diam dan menyuarakan penolakan terhadap langkah Israel yang dianggap agresif ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Board of Peace maupun pihak Amerika Serikat terkait pernyataan Hamas. Situasi di Gaza semakin memanas setelah Netanyahu secara terang-terangan menginstruksikan militer Israel untuk menguasai 70 persen wilayah Gaza, yang memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk Palestina dan negara-negara Arab.



