Menteri Sayap Kanan Israel Ejek Aktivis Flotilla Picu Kecaman Global
Menteri Israel Ejek Aktivis Flotilla Picu Kecaman Global

Kecaman Global terhadap Perlakuan Israel pada Aktivis Freedom Flotilla

Jakarta - Sejumlah negara mengecam perlakuan Israel terhadap para aktivis Freedom Flotilla, armada bantuan untuk Gaza. Kecaman ini muncul setelah unggahan video oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, yang memperlihatkan dirinya berdiri di depan para aktivis yang ditundukkan dengan tangan terikat.

Dalam video yang diunggah di platform X, Ben Gvir terlihat melambaikan bendera Israel di atas kapal militer sambil berkata, "Begitulah cara kami menyambut para pendukung terorisme. Selamat datang di Israel." Para aktivis Freedom Flotilla dicegat oleh Angkatan Laut Israel pada Senin, 18 Mei lalu.

Penahanan Aktivis dan Respons Hukum

Lembaga bantuan hukum Israel, Adalah, menyatakan bahwa para aktivis ditahan di pelabuhan Ashdod dan dibawa ke Israel tanpa persetujuan mereka. Tim pengacara Adalah telah memberikan konsultasi hukum. Sementara itu, penyelenggara armada mengatakan para aktivis akan dipindahkan ke penjara Ketziot di Gurun Negev, Israel selatan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kecaman dari Berbagai Negara

Pemerintah Italia menyatakan perlakuan Israel tidak dapat diterima dan akan memanggil duta besar Israel. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengatakan, "Ini tidak bisa ditoleransi. Ada banyak warga negara Italia di sana yang diperlakukan tidak sesuai martabat sebagai manusia."

Duta Besar Jerman untuk Israel, Steffen Seibert, menyebut tindakan Ben Gvir sebagai "sangat tidak bisa diterima dan tidak sejalan dengan nilai-nilai dasar negara Jerman." Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot memanggil duta besar Israel, menulis di X bahwa tindakan Ben Gvir bahkan dikecam oleh rekan-rekannya sendiri di pemerintahan Israel.

Menteri Luar Negeri Belanda Tom Berendsen juga akan memanggil duta besar Israel untuk membahas perlakuan yang tidak dapat diterima. Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengatakan dirinya sangat terkejut oleh video tersebut dan telah meminta penjelasan dari otoritas Israel.

Turki melalui Kementerian Luar Negerinya menyatakan Ben Gvir kembali menunjukkan mentalitas kekerasan dan barbar dari pemerintahan Netanyahu. Kanada juga akan memanggil duta besar Israel, dengan Menteri Luar Negeri Anita Anand menyebut video tersebut sangat mengkhawatirkan dan tidak dapat diterima.

Utusan AS untuk Israel, Mike Huckabee, mengecam tindakan Ben Gvir sebagai memalukan dan mengkhianati martabat negaranya. Komisioner Uni Eropa Hadja Lahbib menegaskan bahwa tak seorang pun seharusnya dihukum karena membela kemanusiaan.

Hamas turut mengecam rekaman tersebut sebagai bukti kerusakan moral para pemimpin Israel. Hamas, yang melancarkan serangan pada 7 Oktober 2023, ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Israel, AS, Inggris, dan sejumlah negara lain.

Kritik dari Pemerintah Israel Sendiri

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel berhak menghentikan armada provokatif, namun menambahkan bahwa cara Ben Gvir memperlakukan aktivis tidak sejalan dengan nilai dan norma Israel. Netanyahu memerintahkan deportasi para provokator. Menteri Luar Negeri Gideon Saar menulis bahwa Ben Gvir dengan sadar merugikan negara melalui tindakan memalukan ini dan menegaskan bahwa Ben Gvir bukan wajah Israel.

Israel menyatakan 430 aktivis telah dipindahkan ke kapal Israel dan akan diizinkan bertemu perwakilan konsuler. Biasanya, aktivis dideportasi setelah penahanan.

Nasib WNI yang Diduga Ditangkap

Lima warga negara Indonesia diduga turut ditangkap: Bambang Noroyono, Thoudy Badai, Andre Prasetyo, Rahendro Herubowo, dan Andi Angga Prasadewa. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengutuk keras tindakan militer Israel dan mendesak pembebasan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan. Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menyatakan komunikasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk mengetahui kondisi WNI dan menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi perlindungan dan percepatan pemulangan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga