Netanyahu Akui Sulit Pengaruhi Trump soal Iran
Netanyahu Akui Sulit Pengaruhi Trump soal Iran

Netanyahu Akui Sulit Pengaruhi Trump soal Iran

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui bahwa dirinya menghadapi kesulitan dalam mempengaruhi posisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran. Pengakuan ini mencuat saat kesepakatan antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang dilaporkan semakin dekat.

Laporan media-media lokal Israel, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin, 25 Mei 2026, menyebut pengakuan Netanyahu itu disampaikan dalam sejumlah diskusi pemerintah yang digelar tertutup beberapa waktu terakhir. Pengakuan semacam ini muncul saat negosiasi antara AS dan Iran tampaknya semakin mendekati kesepakatan yang bertujuan untuk mengakhiri perang.

Saluran televisi Israel, Channel 13, yang mengutip sumber politik anonim yang mengetahui persoalan tersebut, melaporkan bahwa Netanyahu menyatakan keprihatinan selama diskusi tertutup pemerintah mengenai kesepakatan AS-Iran yang sedang muncul. Menurut laporan media Israel itu, Netanyahu mengakui bahwa Tel Aviv saat ini "tidak memiliki ruang untuk bermanuver" untuk mempengaruhi keputusan Trump.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Disebutkan laporan tersebut bahwa Kabinet Keamanan Israel terus menggelar rapat pada Minggu, 24 Mei malam di tengah meningkatnya laporan soal potensi kesepakatan AS-Iran akan segera tercapai. Institusi-institusi keamanan Israel tetap siaga tinggi karena kekhawatiran bahwa kesepakatan tersebut dapat memberikan perlindungan politik kepada Iran, mengurangi tekanan ekonomi, dan membiarkan infrastruktur nuklir serta proksinya tetap utuh.

Laporan Channel 13 menyebut upaya diplomatik Israel di Washington dipimpin oleh mantan Menteri Urusan Strategis Ron Dermer, sementara AS melanjutkan negosiasi dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Channel 13 dalam laporannya, yang mengutip sumber-sumber Israel, juga menyebut bahwa pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menjadi "satu-satunya tokoh yang mampu menggagalkan kesepakatan tersebut".

Ditambahkan juga oleh Channel 13 dalam laporannya bahwa tokoh-tokoh yang dekat dengan Trump, termasuk Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff dan penasihat serta menantu Trump, Jared Kushner, telah mendesak Presiden AS itu untuk memajukan kesepakatan tersebut. Kekhawatiran Israel semakin meningkat bahwa upaya diplomatik pada akhirnya dapat menghasilkan kesepakatan yang dianggap Tel Aviv tidak cukup untuk mencegah Iran mengembangkan kemampuan nuklir di masa depan.

Pada Minggu, 24 Mei, stasiun penyiaran publik Israel, KAN, mengutip sumber yang memahami persoalan yang mengatakan bahwa Netanyahu berbicara via telepon dengan Trump dan menyatakan keprihatinan atas penundaan tindakan terkait berkas nuklir Iran dan mengaitkan gencatan senjata Lebanon dengan Iran dalam kesepakatan yang sedang dirancang. Trump, pada Sabtu, 23 Mei, mengatakan bahwa kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang "sebagian besar telah dinegosiasikan" dan menunggu finalisasi. Terobosan ini terjadi setelah kunjungan panglima militer Pakistan, Asim Munir, ke Teheran -- kunjungan kedua dalam beberapa pekan terakhir.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga