Polisi Cek Kabar Masjid Disegel di Jaksel, Begini Hasilnya
Polisi Cek Kabar Masjid Disegel di Jaksel, Ini Hasilnya

Jakarta - Beredar kabar mengenai masjid di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan yang disegel sehingga jemaah tidak dapat beribadah. Polisi telah melakukan pengecekan ke lokasi dan menemukan fakta bahwa masjid tersebut tidak disegel.

Masjid yang dimaksud berlokasi di Jalan Nurul Iman, Kelurahan Cipedak, Jagakarsa, Jaksel. Anggota Polsek Jagakarsa menyatakan bahwa penyegelan terjadi di kantor sekretariat Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), bukan di area masjid utama.

"Bahwa apa yang diberitakan dalam IG yang tersebar, tidak ada penyegelan masjid. Adapun yang dilakukan adalah penutupan kantor DKM Masjid Nurul Iman dengan menggunakan sebilah papan yang melintang menutupi pintu," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, Selasa (26/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dalam foto yang beredar di media sosial, terlihat pintu yang ditutup dua bilah kayu yang menyilang. Namun, narasi yang beredar menyebutkan penyegelan dilakukan di akses masjid. Nurma memastikan masjid masih terbuka dan kegiatan berjalan normal. Dia menegaskan penyegelan hanya terjadi di kantor DKM.

"Kegiatan masjid seperti biasa baik sholat berjamaah maupun kegiatan kepanitiaan qurban dan tahfiz Qur'an," katanya.

Dugaan Sebab Kantor DKM Disegel

Kepolisian meminta keterangan saksi-saksi terkait penutupan kantor DKM. Diduga penyegelan itu terjadi karena sedang ada perseteruan antara DKM masjid dan ahli waris masjid yang sebelumnya ditunjuk sebagai nazir.

"Menurut keterangan pengurus masjid di luar DKM, bahwa DKM yang terbentuk saat ini belum sah, sehingga pengurus masjid menyampaikan layangan surat ke KUA untuk kiranya dilakukan mediasi," katanya.

Polisi masih menyelidiki kasus tersebut, termasuk sosok yang menyegel kantor DKM.

"Menurut hukum bahwa kepengurusan DKM masjid ditandatangani oleh KUA, sampai saat ini para DKM diajak untuk ke KUA hingga batas waktu tidak juga hadir sehingga pengurus lainnya melakukan penutupan kantor DKM," jelasnya.

"Siapa yang menutup kantor DKM masih diselidiki," tambahnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga