Rusia Kirim Ratusan Drone-Rudal, Ukraina Sebut Putin Penjahat Perang
Rusia Kirim Ratusan Drone-Rudal, Ukraina Sebut Putin Penjahat Perang

Pemerintah Ukraina mengecam gelombang serangan udara terbaru Rusia yang melibatkan ratusan drone dan rudal. Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, menegaskan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin adalah seorang penjahat perang dan pecundang yang kehabisan pilihan militer.

Serangan Besar-besaran Rusia

Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia mengerahkan 656 drone dan 73 rudal, termasuk rudal hipersonik Zircon yang sulit ditembak jatuh. Sebanyak 602 drone dan 40 rudal berhasil ditembak jatuh atau dinetralisir oleh pertahanan udara Ukraina.

Juru bicara Angkatan Udara Ukraina menyebutkan bahwa delapan rudal hipersonik Zircon digunakan dalam serangan tersebut, kemungkinan jumlah terbesar selama perang empat tahun terakhir. Rudal Zircon diklaim memiliki jangkauan hingga 1.000 kilometer dan kecepatan sembilan kali kecepatan suara.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban Jiwa dan Kerusakan

Serangan rudal dan drone Rusia menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya di sejumlah kota, termasuk Kyiv dan Dnipro. Di Kyiv, empat orang tewas dan 65 lainnya luka-luka, termasuk anak-anak. Di Dnipro, tujuh orang tewas dan 36 lainnya luka-luka.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melaporkan bahwa 65 orang di ibu kota mengalami luka-luka. Gubernur Dnipro, Oleksandr Hanzha, menyatakan bahwa 36 korban luka dirawat di rumah sakit dalam kondisi cedera sedang.

Reaksi Ukraina

Menlu Ukraina Andriy Sybiga menyatakan bahwa Putin kehabisan kartu selain teror. "Moskow kalah di medan perang. Tidak ada jumlah rudal yang dapat mengubah ini," tegasnya dalam pernyataan di media sosial.

Serangan ini menunjukkan bahwa Rusia terus menggunakan taktik teror untuk menekan Ukraina, meskipun menghadapi perlawanan sengit dari pasukan pertahanan udara Ukraina.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga