Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa insiden penembakan yang terjadi di acara makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih tidak akan menghalangi dirinya dalam perang melawan Iran. Ia meyakini peristiwa tersebut kemungkinan besar tidak terkait dengan konflik tersebut.
Pernyataan Trump dalam Konferensi Pers
“Ini tidak akan menghalangi saya untuk memenangkan perang di Iran. Saya tidak tahu apakah itu ada hubungannya dengan itu, saya benar-benar tidak berpikir demikian, berdasarkan apa yang kita ketahui,” ujar Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih setelah insiden keamanan yang mengejutkan itu, seperti dilansir AFP pada Minggu (26/4/2026).
Trump menambahkan bahwa “Anda tidak pernah tahu” apakah insiden tersebut bisa dikaitkan dengan perang melawan Iran atau tidak. Ia mengungkapkan bahwa para penyelidik sedang menyelidiki motif penembak yang digambarkannya sebagai “lone wolf” atau pelaku yang bekerja sendirian.
Pembatalan Perjalanan Utusan ke Pakistan
Sebelumnya, Trump membatalkan perjalanan utusannya ke Pakistan yang direncanakan untuk pembicaraan damai dengan Iran. Langkah ini diambil setelah ia mengaku tidak terkesan dengan posisi negosiasi Teheran setelah hampir dua bulan perang.
Kronologi Penembakan
Pada Sabtu malam, Trump menghadiri acara makan malam dengan asosiasi jurnalis Gedung Putih di Hotel Hilton Washington DC. Penembakan kemudian terjadi di luar ballroom yang menjadi lokasi acara. Agen Secret Service langsung berlarian dan mengevakuasi Trump serta para pejabat AS lainnya.
Pelaku penembakan telah ditangkap dan diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, seorang pria berusia 31 tahun dari California. Motif penembakan masih dalam penyelidikan.



