Belakangan ini, Indonesia mengalami cuaca panas ekstrem yang terasa sangat terik dan menyengat di kulit. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara melalui akun media sosial Instagram resmi @infobmkg untuk membeberkan penyebab fenomena ini.
Penyebab Utama Cuaca Panas Ekstrem
Salah satu penyebab utama adalah fenomena gerak semu tahunan Matahari. BMKG menjelaskan bahwa secara teknis, Matahari seolah bergerak dari belahan bumi selatan menuju utara. "Salah satu faktor adalah Gerak Semu Tahunan Matahari. Secara teknis matahari seolah-olah 'berjalan' dari belahan bumi selatan menuju ke utara," kata BMKG dalam keterangannya, Senin 27 April 2026.
Faktor Meteorologi yang Memperparah
Selain faktor astronomi, BMKG juga menyoroti faktor meteorologi yang memperparah kondisi panas. Di antaranya adalah minimnya tutupan awan serta masa transisi dari musim hujan ke kemarau. Kombinasi ini menyebabkan radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa terhalang awan, sehingga suhu terasa lebih panas.
Tips Menghadapi Cuaca Panas Ekstrem
BMKG memberikan sejumlah tips untuk menghadapi cuaca panas ekstrem di Indonesia, antara lain:
- Meningkatkan konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.
- Melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet dengan menggunakan tabir surya atau pakaian tertutup.
- Menghindari aktivitas di luar ruangan pada siang hari saat puncak terik.
- Menggunakan topi atau payung saat berada di luar.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan selama periode cuaca panas ekstrem ini. Informasi lebih lengkap dapat disimak dalam rangkaian infografis yang dirilis BMKG.



