Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyoroti pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak Indonesia. Ia menegaskan bahwa anak-anak yang kekurangan gizi cenderung mengantuk saat mengikuti pelajaran di sekolah, sehingga kemampuan mereka untuk bersaing dengan negara lain menjadi terbatas.
Pernyataan Zulhas dalam Acara APPMBGI
Hal ini disampaikan Zulhas dalam acara pengukuhan Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) di Jakarta Timur, Minggu, 26 April 2026. Dalam sambutannya secara daring, Zulhas menjelaskan bahwa program MBG bertujuan membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia.
"Kalau sudah bergizi, sempurna tubuhnya, otaknya sempurna, maka anak-anak kita akan dapat mengikuti pendidikan secanggih, seberat apa pun, sehingga bisa bersaing dengan negara-negara lain," ujar Zulhas.
Gizi Anak Lebih Penting dari Kurikulum
Menurut Zulhas, perubahan kurikulum saja tidak cukup untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Ia menekankan bahwa gizi anak mempengaruhi kemampuan belajar mereka. "Sehebat apa pun pendidikan kita, ganti kurikulum berapa kali pun, kalau anak-anak kita tidak bergizi, dia ngantuk ikut sekolah. Dia nggak akan sanggup bersaing dengan negara-negara lain karena kemampuannya terbatas kalau anak-anak kita kurang gizi," tegasnya.
Harapan untuk Pengelola MBG
Zulhas berharap para pengelola MBG tidak hanya diukur dari angka-angka. Ia mengatakan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Pangan akan mengatur tata kelola MBG lebih lanjut. "Tata kelolanya kami sudah atur agar nanti ada sinergi antara SPPG, usaha yang ada di desa, apakah BUMDes, apakah UMKM, ataukah Koperasi Desa Merah Putih. Ini menjadi concern kita semua karena ini misi yang sangat penting," kata Zulhas.
Swasembada Pangan dan Koperasi Desa
Pemerintah juga menargetkan swasembada pangan. Zulhas menyebutkan bahwa koperasi desa akan terus dikembangkan. "Nanti lanjutannya tentu swasembada pangan, sambungannya nanti ada koperasi desa, koperasi-koperasi, perkembangan ekonomi desa, sehingga kita berharap desa itu bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi," katanya.
Permenko Tata Kelola Rantai Pasok
Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, mengatakan pihaknya telah menyiapkan Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) tentang tata kelola rantai pasok. Harapannya, tata kelola ini dapat memperkuat ekonomi lokal. "Nah untuk itu kita juga sedang menyusun permenkonya tapi memang ini kita sudah mulai Bapak Ibu bagaimana membuat rantai pasok pangan ini atau menjamin ya karena kalau enggak ada bahan pangannya kan enggak bisa nih ya berjalan programnya. Dan diharapkannya bahan pasokan pangan itu berasal dari lokal," jelasnya.
Target APPMBGI: 514 Pengurus Daerah
Ketua Umum APPMBGI Abdul Rivai Ras mengatakan pihaknya telah mengukuhkan Dewan Pengurus Daerah. Ia menargetkan akan ada 514 pengurus di kabupaten/kota untuk memperkuat program MBG. "Kita ingin menjamin keberlangsungan pangan, keberlangsungan tata kelola MBG ke depan. Tidak berhenti di tahun 2029 saja, tetapi kita harapkan ini menjadi konsep besar bahkan bila perlu dibuatkan atau diberi back up undang-undang sebagai payung penyelenggaraan atau pelaksanaan makan bergizi gratis itu," ujarnya.



