Canda Ringan Willy Aditya di Tengah Rapat Komisi XIII DPR
Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya dari Fraksi NasDem menyelipkan canda ringan yang mengundang tawa dalam rapat komisi tersebut dengan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi. Momen santai ini terjadi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin (13/4/2026).
Kebingungan Atau Sindiran Halus?
Saat rapat berlangsung, para anggota Komisi XIII DPR secara bergantian menyampaikan pertanyaan kepada Yudian Wahyudi. Setelah anggota dari Fraksi Golkar selesai berbicara, Willy kemudian mempersilakan antara anggota dari Fraksi Gerindra atau Fraksi NasDem untuk melanjutkan.
"Makasih, Pak, kita lanjut ke Gerindra, atau NasDem dulu?" tanya Willy dengan nada bercanda. Ia lalu mengembangkan leluconnya dengan menyebut kemungkinan merger antara kedua partai tersebut.
Willy menunjuk pada posisi duduk anggota Komisi XIII DPR Fraksi Gerindra Anwar Sadad dan anggota dari Fraksi NasDem Muslim Ayub yang duduk bersebelahan. "Atau mau merger NasDem dengan Gerindra? Karena duduknya sudah sebelahan," ucapnya sambil tertawa.
Kursi Kosong Sebagai Penghubung
Tak berhenti di situ, Willy juga menyinggung kursi kosong yang berada di antara Anwar Sadad dan Muslim Ayub. Dengan gaya khasnya, ia menyebut kursi tersebut sebagai "bridging" atau penghubung antara kedua partai.
"Ha? Ya kursi kosong itu bridging, Pak. Silakan," ujar Willy sebelum mempersilakan Muslim Ayub untuk berbicara. Setelah Muslim Ayub menyampaikan pernyataan dan pertanyaannya kepada Yudian Wahyudi, Willy kembali berkelakar.
Ia menyebut lokasi NasDem Tower di Gondangdia dan rumah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Kertanegara. "Lanjut sebelahnya sahut menyahut, dari Gondangdia ke Brawijaya, dari Gondangdia ke Kertanegara," ucapnya.
Respons Ringan dari Anggota Lain
Pernyataan canda Willy itu hanya dibalas dengan tawa oleh Anwar Sadad. Anwar Sadad kemudian melanjutkan dengan menyampaikan pernyataan serius terkait rapat dengan BPIP. Rapat pun berlanjut dengan agenda yang telah ditetapkan.
Momen ini menunjukkan suasana rapat yang tetap profesional namun diselingi kehangatan dan humor ringan di antara para anggota dewan. Canda tentang merger partai ini tentu mengundang tawa, mengingat NasDem dan Gerindra memiliki sejarah dan posisi politik yang berbeda dalam peta perpolitikan Indonesia.



