Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono, meminta seluruh kader PPP di DKI Jakarta untuk memperkuat soliditas dan fokus pada kerja-kerja elektoral guna mengembalikan perolehan kursi pada Pemilu 2029. Hal tersebut disampaikan Mardiono saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) wilayah PPP DKI Jakarta yang digelar di Kantor DPW PPP Jakarta, Senin (27/4/2026).
Muscab sebagai Momentum Membangun Kekuatan Partai
Menurut Mardiono, pelaksanaan muscab bukan sekadar agenda formal, melainkan momentum untuk membangun kekuatan partai secara terstruktur hingga tingkat paling bawah. Dia menegaskan bahwa PPP harus bergerak secara nyata dengan kerja elektoral, bukan hanya membangun opini di ruang publik.
“Kita satu tujuan, solid membangun struktur masif, kerja elektoral, sampai agen-agen politik kita hadir di TPS. Itu yang menjadi tujuan utama kita,” ujar Mardiono seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (28/4/2026).
Penurunan Kursi yang Signifikan
Mardiono secara khusus menyoroti kondisi PPP di Jakarta yang mengalami penurunan signifikan dalam dua pemilu terakhir. Tercatat, dari sebelumnya 10 kursi, kini PPP hanya menyisakan satu kursi. Karena itu, Mardiono meminta seluruh kader untuk bekerja dengan menyusun strategi terukur, termasuk melengkapi struktur partai hingga tingkat kelurahan sebagai bagian dari persiapan verifikasi partai politik peserta pemilu.
“DKI Jakarta menjadi perhatian utama. Untuk mengembalikan seperti semula memang tidak mudah, tapi minimal kita bisa meraih setengahnya dengan kerja keras dan persiapan yang masif,” minta dia.
Strategi Menghadapi Pemilih Muda
Selain itu, Mardiono melanjutkan, PPP juga harus mulai mempersiapkan strategi menghadapi komposisi pemilih pada Pemilu 2029 yang akan didominasi generasi muda, seperti Gen Z dan milenial. Meski demikian, Mardiono menegaskan bahwa partainya tetap mengedepankan kolaborasi lintas generasi.
“Kita tidak mendikotomi. Yang tua mengantarkan, yang muda melanjutkan. Semua harus berjalan bersama,” dia menandasi.



