Surat kabar Inggris The Observer melaporkan bahwa Perdana Menteri Inggris Keir Starmer diperkirakan akan mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin, 22 Juni 2026. Ia juga disebut telah menetapkan jadwal kepergiannya dari Downing Street.
Konsultasi dengan Petinggi Partai
Dalam laporan yang terbit pada Sabtu, 20 Juni 2026, The Observer menyebut Starmer telah menyimpulkan bahwa posisinya sebagai kepala pemerintahan sudah tidak lagi dapat dipertahankan. Kesimpulan tersebut diambil setelah serangkaian konsultasi dengan para menteri kabinet senior, penasihat politik, donatur Partai Buruh, dan para pemimpin serikat pekerja.
Menurut sumber internal Partai Buruh, tekanan terhadap Starmer semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir, terutama terkait kebijakan ekonomi dan tingkat popularitas yang terus merosot. Seorang menteri senior yang tidak disebutkan namanya mengatakan, "Keputusan ini sudah diantisipasi. Partai membutuhkan arah baru untuk menghadapi tantangan ke depan."
Dampak Politik di Inggris
Pengunduran diri ini diperkirakan akan memicu perebutan kepemimpinan di internal Partai Buruh. Beberapa nama yang disebut-sebut sebagai calon pengganti antara lain Menteri Keuangan Rachel Reeves dan Menteri Kesehatan Wes Streeting. Analis politik menilai langkah ini bisa membawa ketidakpastian politik di tengah krisis biaya hidup yang masih melanda Inggris.
Hingga berita ini diturunkan, Kantor Perdana Menteri belum memberikan konfirmasi resmi terkait laporan tersebut. Juru bicara Downing Street hanya menyatakan bahwa "tidak ada pernyataan resmi yang dirilis saat ini."



